Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:12:41

MALANG - Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) membutuhkan kepemimpinan kepala daerah yang kuat serta kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa dan kelurahan. TBC bukan semata persoalan kesehatan, melainkan isu pembangunan yang memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dalam Penanggulangan Tuberkulosis yang dirangkaikan dengan Rakorpusda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Berkelanjutan di Malang, Kamis (30/7/2026).
Sebelum rapat, Safrizal bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta jajaran kementerian, pemerintah daerah, dan para peserta melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas Cisadea, Kota Malang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung implementasi penanganan TBC di Kota Malang yang dinilai sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian TBC. Berbagai inovasi layanan, mulai dari penemuan kasus secara aktif, pendampingan pasien hingga penguatan jejaring layanan kesehatan, menjadi praktik baik yang diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat