Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:34:39

Dalam Islam, menutupi aib orang lain memiliki keutamaan besar, bahkan Allah berjanji akan menutupi aib hamba-Nya jika ia juga berusaha menutupi aib orang lain. Tak hanya aib orang lain, aib sendiri pun tidak sepantasnya diumbar karena Allah yang Maha Pengampun sejatinya telah menutupi aib hamba-Nya, hanya saja terkadang manusia menjadi lalai.
Sebuah hadis diriwayatkan dari Salim bin Abdullah, ia berkata bahwa ia mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat dosa pada malam hari, kemudian pada pagi hari ia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, lalu ia berkata, 'Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.' Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya ia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim). Betapa baiknya Allah pada hamba-Nya, bahkan hanya Dia lah yang berhak menutup dan membuka aib kita, namun Allah memilih menutup aib hamba-hamba-Nya sampai manusia sendiri yang akhirnya lalai dan membukanya.
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Allah akan memberikan keutamaan bagi hamba-Nya dalam perkara menutupi aib orang lain ini. Keutamaan pertama, Allah akan menutupi aibnya di akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah yang berbunyi, "Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak." (HR. Muslim). Keutamaan kedua, Allah akan menutupi aibnya di dunia selagi orang tersebut berusaha menutupi aib orang lain, sesuai sabda Rasulullah, "Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat." (HR. Ibnu Majah).
Keutamaan ketiga, saat seseorang berusaha menutupi aib orang lain maka dalam sebuah hadis dikatakan ia seperti menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup, sebagaimana sabda Nabi, "Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya maka seakan-akan ia menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup." (HR. Abu Daud). Selain itu, ada yang lebih utama yakni menutup aib orang lain akan mengantarkan kita masuk ke dalam surganya Allah, sebagaimana Ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dan ash-Shaghir dengan sanadnya dari Abu Sa'id al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang Muslim melihat aurat (cacat) saudaranya lalu menutupinya kecuali pasti akan masuk surga."
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat