Diterbitkan oleh Penulis

Alasan Surat Al-Qur'an Dinamai Hewan dan Hikmahnya

Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:52:25

Alasan Surat Al-Qur'an Dinamai Hewan dan Hikmahnya

Setidaknya ada lima surat dalam Al-Quran yang namanya diambil dari nama-nama hewan, dan penamaan ini bukan tanpa alasan melainkan menggambarkan isi atau kandungan ayat di dalamnya yang memuat kisah yang melibatkan hewan tersebut. Jumhur atau mayoritas ulama bersepakat bahwa penamaan surah-surah Al-Quran berasal dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, meskipun ada sebagian pendapat yang menyebutkan hal itu merupakan hasil ijtihad para sahabat. Nama-nama surat ini berfungsi seperti kata kunci yang sedikit banyak menggambarkan isi sebuah surah, meskipun banyak ayat yang secara tampak tidak mengikuti alur kata kunci nama suratnya.

Surat pertama yang dinamai hewan adalah Surah Al-Baqarah yang bermakna 'sapi betina'. Surah ini diberi nama demikian karena di dalamnya berisi kisah tentang Bani Israil yang terus-terusan bertanya soal sapi yang ingin disembelih kepada Nabi Musa alaihissalam. Surah yang terdiri dari 286 ayat dan terhimpun dari juz 1 hingga sebagian juz 3 ini termasuk golongan Surat Madaniyah, yang terlihat jelas pada jumlah ayatnya yang banyak sebagaimana ciri Surat Madaniyah lazimnya. Surat kedua adalah Surah An-Nahl yang mempunyai arti 'lebah', dinamakan demikian karena di dalamnya terdapat ayat ketika Allah SWT mewahyukan kepada lebah tentang cara membuat sarang dan lokasinya. Surah yang terletak di juz 14 ini termasuk Surah Makkiyah dan terdiri dari 128 ayat.

Surat ketiga adalah Surah An-Naml yang artinya 'semut', diambil namanya karena di dalamnya terdapat kisah gerombolan semut yang diinstruksikan masuk sarang oleh ratunya ketika Nabi Sulaiman dan pasukannya hendak lewat di sebuah jalan, dan Nabi Sulaiman yang mengetahui hal itu hanya tersenyum. Dalam QS. An-Naml ayat 18 disebutkan, "Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, 'Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.'" Kisah ini menjadi hikmah tersendiri tentang keagungan ciptaan Allah dan kebijaksanaan Nabi Sulaiman yang memahami bahasa makhluk lainnya.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat