Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-22 07:03:37

JERMAN - Publik otomotif kejam. Saat proyek Ferrari Luce menampakkan diri, cemoohan justru datang. Tapi lihatlah BMW. Mereka meluncurkan M Concept Neue Klasse akhir pekan ini di ajang balap ketahanan 24 Hours of Le Mans, dan dunia bertepuk tangan. Mengapa nasib keduanya sangat berbeda? Jawabannya ada di pendekatan elektrifikasi.
Ferrari seolah tersesat. Desainnya melompat terlalu jauh. Terlalu futuristik hingga kehilangan jati diri aslinya. BMW memilih jalan sebaliknya. Mereka tahu, pembeli mobil seri M adalah pemuja handling, puritan, dan gila sejarah. Maka, wujud M Concept Neue Klasse tetap membumi. Auranya tetap ganas. Tidak terlihat seperti pesawat alien yang nyasar ke bumi.
Mobil ini adalah purwarupa dari sedan listrik M3 yang diadaptasi dari model i3 untuk tahun 2027. Bodinya diperlebar. Lengkungan rodanya berotot. Ujung depannya tetap memakai desain shark nose (hidung hiu) yang ikonis, dan di belakang ada ducktail spoiler yang mengingatkan kita pada warisan masa lalu. "Di BMW M, bentuk selalu mengikuti fungsi. Setiap detail melayani performa," kata Oliver Heilmer, Head of Design BMW.
BMW tidak asal memaksakan baterai ke dalam cangkang kosong. Pendekatan mereka murni dari arena balap. Di bagian depan, ada bemper bergaya trimaran mirip kapal layar cepat. Lampunya memakai M Yellow Lights ganda.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat