Diterbitkan oleh Penulis

Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Ini Kata Praktisi

Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:12:30

Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham?<strong></strong> Ini Kata Praktisi

Praktisi pasar modal menegaskan generasi muda harus mulai berinvestasi sejak dini karena waktu adalah aset yang tak bisa dibeli ulang, dengan kripto dan saham sama-sama memiliki keunggulan yang perlu dipahami karakter masing-masing. Presiden Direktur Pintu, Andy Putra, menyebut kripto sebagai aset favorit generasi muda dengan survei mencatat 60% investor kripto berusia 18-34 tahun, tertarik karena transaksi 24 jam sepekan penuh dan modal masuk minimal Rp11 ribu. Andy mencontohkan Bitcoin yang pada 2010 hanya Rp73, kini menyentuh Rp1,1 miliar per koin, sementara kripto sudah diregulasi OJK sejak 2025, bebas PPN saat beli dan kena PPN final saat jual, dengan transaksi kripto nasional tahun lalu tembus Rp480 triliun.

Komisaris PT Aldicitra Sekuritas sekaligus asesor profesi pasar modal, Vier Abdul Jamal, mendorong anak muda tak melupakan saham dengan contoh IPO saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada 2000 di harga Rp1.400, dengan nilai investasi 10 lot saat itu Rp1,4 juta, dan setelah stock split 2001 dan 2021, capital gain BBCA kini mencapai 3.989%. Contoh lain, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sejak IPO 2023 mencatat capital gain 296%, atau 98% per tahun — jauh melampaui rata-rata inflasi 10 tahun sebesar 2,8%, bahkan puncaknya di 2022 yang mencapai 4,21%. Menurut Vier, saham adalah kepemilikan bisnis dengan risiko nyata dan transparan, berbeda dari judi online yang secara matematis dirancang menguntungkan operator, dan di Indonesia orientasi jangka pendek masih dominan karena banyak investor baru menjual saat harga turun dan membeli saat harga naik.

Asesor profesi pasar modal, B. Hari Mantoro, mengingatkan dana kas yang hanya disimpan akan tergerus inflasi dengan contoh Toyota Kijang Super Chassis pada 1991 seharga Rp24,5 juta, sementara 34 tahun kemudian pada 2026, tipe penerusnya Innova Zenix sudah Rp438 juta, naik 17,8 kali lipat. Direktur Utama PT Smartin Advisor System (SAS), Odang Supriatna, ingin mendorong mahasiswa naik level jadi profesional keuangan, mulai dari coder EA & AI trading hingga smart investor. President Director PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, menyoroti pentingnya ekosistem investasi digital yang aman lewat kerja sama dengan perbankan, fintech, dan sekuritas, termasuk platform Bronyx.ai, sementara Direktur Human Capital & Compliance BNI, Mucharom, menyebut literasi keuangan sebagai fondasi kesejahteraan finansial dengan survei OJK 2022 mencatat indeks literasi keuangan Indonesia masih di bawah 50%.

Diskusi bertajuk Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas ini digelar Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo (Himapen) di Jakarta, Rabu (6/7/2026), dipandu wartawan senior Edo Rusyanto. Kripto unggul di modal kecil dan aksesibilitas 24 jam, sementara saham unggul di rekam jejak historis dan kepemilikan bisnis nyata, dan keduanya mengalahkan bunga tabungan dan inflasi asal lewat instrumen legal, bukan judol.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat