Diterbitkan oleh Penulis

10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua

Tanggal Terbit: 2026-09-17 05:16:31

10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua

Perintah berbakti kepada orang tua terutama ibu banyak tersebar di berbagai surat dan ayat Al Quran, karena bakti kepada orang tua (birrul walidain) merupakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menjadi berkah di dunia dan akhirat. Di antara bentuk birrul walidain ketika orang tua masih hidup adalah mendoakan mereka, berbuat baik kepada keduanya, menaati perintah mereka, melayani keperluan mereka, mengakui keutamaan mereka, mencukupi kebutuhan mereka, duduk bersama mereka, merendahkan suara di hadapan mereka, menjawab panggilan mereka, dan mendengarkan dengan seksama jika mereka berbicara kepada kita. Sungguh bakti kepada orang tua adalah di antara cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah dan amalan yang paling Allah Azza wajalla cintai, sehingga setiap manusia wajib bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada keduanya.

Surat Luqman ayat 14 menjadi salah satu dalil utama perintah birrul walidain, sebagaimana firman Allah: Wa waṣṣainal-insāna biwālidaih(i), ḥamalathu ummuhū wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhū fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaik(a), ilayyal-maṣīr(u). Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. (QS. Luqman: 14). Ayat ini menegaskan bahwa pengorbanan ibu sejak mengandung hingga menyapih menjadi alasan kuat kewajiban berbakti dan bersyukur kepada kedua orang tua.

Selain itu, Surat an-Nisa ayat 36 memerintahkan, “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua.” Adapun Surat Luqman ayat 15 menjelaskan batasan bakti ketika orang tua mengajak pada kemusyrikan: Wa in jāhadāka ‘alā an tusyrika bī mā laisa laka bihī ‘ilmun falā tuṭi‘humā wa ṣāḥibhumā fid-dun-yā ma‘rūfā(n), wattabi‘ sabīla man anāba ilayya(a), ṡumma ilayya marji‘ukum fa unabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a). Artinya: Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau menaati keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, lalu Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Ayat ini mengajarkan bahwa ketaatan kepada orang tua tidak boleh melanggar ketauhidan, namun tetap wajib mempergauli mereka dengan cara yang baik di dunia.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat