Diterbitkan oleh Penulis

Urutan Mandi Wajib Setelah Haid agar Sah Beribadah

Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:06:36

Urutan Mandi Wajib Setelah Haid agar Sah Beribadah

Urutan mandi wajib setelah haid yang benar menurut Islam wajib diketahui kaum wanita muslimah agar ibadah salat dan puasa kembali sah dilaksanakan. Dalam Islam, bersuci setelah haid atau dikenal dengan sebutan mandi haid merupakan kewajiban seorang muslimah, dan dalam kitab-kitab fiqih muslimah dijelaskan bahwa bersuci setelah haid bertujuan agar ibadah diterima Allah Ta'ala, sehingga setiap perempuan muslimah hendaknya melakukannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tata cara mandi haid sesuai sunnah termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Asma’ binti Syakal radhiyallahu'anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam tentang mandi haid, maka beliau bersabda: "Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti sabun dan semacamnya) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya." Maka Asma’ berkata: "Bagaimana aku bersuci dengannya?" Beliau bersabda: "Maha Suci Allah" maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: "Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu)."

Hadis lain dari Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi dari haid, maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci dan bersabda: "Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya." Wanita itu berkata: "Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?" Beliau bersabda: "Maha Suci Allah bersucilah!" Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: "Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya (potongan kain/kapas)." (HR. Muslim). Karena itu, wajib bagi perempuan muslimah apabila telah bersih dari haid untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan, minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya, dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Urutan mandi wajib yang benar yang pertama adalah disunnahkan memulai dengan wudu. Anjuran untuk berwudu dahulu sebelum mandi besar sesudah haid hukumnya sunnah, artinya apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala serta keutamaan, sedangkan jika ditinggalkan tidak memberikan dosa. Pelaksanaannya pun sempurna, sama dengan ketika akan salat, dan Imam Syaukani salah seorang periwayat hadis menyampaikan bahwa hal ini biasa dilakukan oleh Nabi, bersamaan dengan meniatkan membersihkan diri dari hadas besar, dan pengucapannya cukup dilakukan dalam hati karena kamar mandi merupakan tempat tidak layak untuk mengeraskan doa.

Urutan kedua adalah memastikan seluruh bagian tubuh terbasuh air, berlaku bagi anggota tubuh yang biasa terlihat maupun tidak. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa seumpama rambut perempuan tersebut sedang diikat maupun dikepang, maka wajib hukumnya untuk melepaskannya lebih dahulu, intinya memastikan air sampai pada pangkal kepala sebagaimana sabda Nabi: "Tuangkanlah air di atas kepalanya lalu gosoklah dengan kuat hingga air sampai pada kulit kepalanya."

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat