Diterbitkan oleh Penulis

Jejak Perang dalam Al Quran dan Kisahnya

Tanggal Terbit: 2026-09-17 16:27:45

Jejak Perang dalam Al Quran dan Kisahnya

Jejak peristiwa perang ternyata diabadikan langsung di dalam ayat-ayat Al-Quran, menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam tentang ketaatan, disiplin, dan bahaya sifat ujub. Dalam sejarah peperangan Islam, banyak pertempuran hebat terjadi baik yang berakhir kemenangan maupun kekalahan, namun hanya beberapa yang secara eksplisit disebutkan dalam kitab suci tersebut. Di antaranya adalah Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Hunain yang masing-masing memiliki kisah dan hikmah tersendiri yang diabadikan firman Allah.

Perang Badar menjadi salah satu dari sedikit pertempuran yang secara eksplisit dibicarakan dalam Al-Qur'an, bahkan namanya disebutkan pada Surah Ali 'Imran ayat 123 sebagai bagian dari perbandingan terhadap Pertempuran Uhud. Allah berfirman: "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. (QS Ali 'Imran: 123-125)." Menurut Abdullah Yusuf Ali (1872–1953), intelektual Muslim India-Inggris terkemuka yang dikenal lewat karya terjemahan dan tafsir The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary (1934), istilah "syukur" dapat merujuk kepada disiplin. Di Badar, barisan-barisan Muslim diperkirakan menjaga disiplin secara ketat, sementara di Uhud mereka keluar barisan untuk memburu orang-orang Mekkah sehingga pasukan berkuda Mekkah dapat menyerang dari samping dan menghancurkan pasukan Muslim. Badar juga menjadi pokok pembahasan surat kedelapan Al-Anfal yang berarti "rampasan perang", merujuk pada pembahasan pasca pertempuran mengenai pembagian barang rampasan dari pasukan Quraisy, meskipun surah tersebut tidak menyebut Badar secara langsung namun isinya menggambarkan pertempuran tersebut.

Dalam Perang Uhud, umat Islam mengalami kekalahan dan hal tersebut ternyata juga telah disampaikan di dalam Al-Quran. Kekalahan itu terjadi akibat sebagian pasukan pemanah di Jabal Rumah menyelisihi perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam agar tidak turun baik menang maupun kalah, namun mereka malah turun sehingga Allah berikan kekalahan. Allah Ta'ala berfirman: "Apakah ketika kalian ditimpa musibah (di perang uhud) sementara kalian telah mendapatkan kemenangan dua kali lipat (di perang badar), kalianpun berkata bagaimana kami bisa kalah? Katakan, (Musibah kekalahan itu) berasal dari diri kalian sendiri. (QS. Ali Imran: 165)." Allah tidak mengatakan kekalahan itu akibat pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar dan lebih kuat, tapi akibat kesalahan kalian sendiri.

Sementara itu dalam Perang Hunain, umat Islam memiliki jumlah pasukan 3x lipat lebih besar dari pasukan musuh, namun kaum muslimin kalah di putaran pertama akibat merasa bangga dengan jumlah yang banyak. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah menolongmu di tempat tempat yang banyak dan di hari perang Hunain. Ingatlah di saat itu kalian merasa ujub dengan jumlah yang banyak, padahal jumlah yang banyak itu tidak bermanfaat sedikitpun untuk kalian dan menjadi sempitlah bumi yang luas itu bagi kalian dan kalianpun lari ke belakang. (QS. At Taubah: 25)." Merasa ujub dengan jumlah yang banyak ternyata menjadi sebab kekalahan kaum muslimin di perang Hunain. Itulah beberapa peristiwa perang yang disebutkan di dalam Al-Quran sebagai pelajaran bagi umat Islam sepanjang masa.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat