Diterbitkan oleh Penulis

Mengapa Asyura Disebut Lebaran Anak Yatim? Ini Sejarahnya

Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:12:48

Mengapa Asyura Disebut Lebaran Anak Yatim?<strong></strong> Ini Sejarahnya

Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram sering disebut sebagai Lebaran Anak Yatim oleh masyarakat Indonesia, sebuah tradisi yang telah mengakar kuat di berbagai daerah meskipun statusnya masih diperdebatkan di kalangan ulama. Tradisi ini umumnya dirayakan dengan mengadakan santunan anak yatim di masjid-masjid dan majelis taklim, bersamaan dengan perayaan tahun baru Islam. Ustaz Ahmad Zarkasih Lc dalam bukunya "Sejarah Kalender Hijriyah" menuliskan, "Kalau di Indonesia memang ramai budaya seperti ini, hampir setiap masjid serta majlis taklim mengadakan perayaan tahun baru Islam, disertai di dalamnya santunan anak yatim karena memang bulan Muharram, tepatnya tanggal 10 adalah lebarannya anak yatim."

Menurut Ustaz Ahmad Zarkasih, tradisi menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya ini muncul karena banyaknya hadis-hadis tentang fadhilah menyantuni anak yatim di tanggal 10 Muharram, sehingga tanggal tersebut seolah menjadi bulan anak yatim dan disebut lebaran karena maknanya adalah hari bersenang-senang. Salah satu hadis yang sering dikutip berbunyi, "Siapa orang yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya" (Hadis ke 212 dari kitab Tanbih al-Ghafilin). Dalam redaksi lain dijelaskan, "Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim dengan tangannya pada hari 'Asyura, maka Allah akan mengangkat derajatnya dengan setiap rambut yang diusap" (Riwayat Al-Samarqandi).

Meski demikian, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sultan Fatah Semarang Ustaz Saeful Huda menegaskan bahwa hadis-hadis tersebut menurut para ulama berstatus sangat lemah. Namun secara hakikat, menyantuni dan mengusap kepala anak yatim tetap merupakan amalan mulia yang dianjurkan dan mampu menjadikan hati lembut. Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan: "Sesungguhnya seorang lelaki mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kerasnya hatinya, Nabi bersabda: 'Berilah makanan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim'" (HR. Ahmad No. 9018).

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat