Diterbitkan oleh Penulis

Tiga Dimensi Waktu Manusia yang Wajib Diketahui Muslim

Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:11:46

Tiga Dimensi Waktu Manusia yang Wajib Diketahui Muslim

Islam mengajarkan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari waktu, dan setiap detik yang dilalui akan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dalam perspektif Islam, waktu dapat dipahami dalam tiga dimensi, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan, yang ketiganya saling berkaitan serta menentukan kualitas kehidupan seorang Muslim.

Masa lalu adalah segala sesuatu yang telah terjadi dan menjadi sejarah yang tidak mungkin diulang ataupun diubah, sehingga yang dapat dilakukan manusia hanyalah mengambil pelajaran darinya. Dalam ilmu nahwu, masa lampau dikenal sebagai fi'il madhi, yaitu kata kerja yang menunjukkan peristiwa yang telah selesai, dan karakter ini menggambarkan bahwa apa yang sudah terjadi tidak dapat diubah lagi. Demikian pula perjalanan hidup manusia, kesalahan maupun keberhasilan di masa lalu telah menjadi bagian dari takdir yang tercatat dalam sejarah, dan yang dapat dilakukan saat ini adalah memperbaiki diri agar perjalanan hidup berikutnya menjadi lebih baik. Sejarah kerajaan-kerajaan Islam maupun kerajaan Nusantara, seperti Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, hingga Mataram Islam, menyimpan berbagai kisah tentang kebijaksanaan maupun kekeliruan para pemimpinnya, dan peristiwa-peristiwa tersebut telah berlalu serta tidak mungkin diubah meskipun dalam praktiknya sejarah terkadang ditafsirkan secara berbeda oleh pihak-pihak tertentu.

Begitu pula dengan kehidupan pribadi, seseorang tidak dapat menghapus masa lalunya tetapi dapat memperbaiki masa kini sehingga meninggalkan warisan kehidupan yang baik bagi keluarga dan generasi berikutnya. Sikap terbaik terhadap masa lalu adalah mengambil hikmah tanpa mengumbar kesalahan yang pernah dilakukan, karena Islam mengajarkan umatnya untuk menutup aib, baik aib diri sendiri maupun orang lain. Ketika Allah SWT telah menutupi dosa seorang hamba, maka tidak sepantasnya ia justru membuka dan menceritakannya kepada orang lain, sehingga seorang Muslim tidak boleh merasa bangga menceritakan kemaksiatan yang pernah dilakukan dan membuka aib saudara sesama Muslim merupakan perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan ajaran menjaga kehormatan sesama.

Adapun masa kini merupakan waktu yang sedang dijalani saat ini dan menjadi kesempatan paling berharga bagi manusia, karena pada saat inilah seseorang menentukan apakah dirinya sedang menorehkan amal saleh atau justru melakukan keburukan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat