Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:16:55

Rektor Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) Jakarta,Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, SH, MM, menilai skripsi yang dipertahankan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal memiliki kualitas akademik yang luar biasa. Menurutnya, bobot kajian skripsi tersebut setara dengan sebuah disertasi doktor karena menghadirkan perspektif baru mengenai hubungan Piagam Madinah dengan Piagam Jakarta dan Konstitusi Negara Republik Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan Masduki usai memimpin sidang skripsi Babe Haikal di Kampus UIA, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Masduki, penelitian tersebut berhasil mengungkap sejumlah fakta sejarah yang selama ini belum banyak dikaji secara mendalam. “Saya tiap hari membaca buku tidak kurang dari 7 jam namun saya menemukan banyak kebaruan pada skripsi Babe Haikal ini,” ungkap Masduki Ahmad. “Hari ini Babe Haikal mempertahankan skripsi yang berbicara tentang Piagam Madinah dan keterkaitannya dengan Piagam Jakarta serta Konstitusi Negara Republik Indonesia. Banyak hal yang selama ini tertutupi oleh abu sejarah kini mulai terungkap. Mudah-mudahan akan ada peneliti berikutnya yang dapat memperdalam tema yang sudah beliau mulai,” ujarnya.
Ia menilai perspektif yang disampaikan Babe Haikal berbeda dari arus utama pemikiran sebagian kalangan intelektual. Namun, argumentasi yang dibangun dinilai sangat kuat karena bertumpu pada kajian kitab-kitab turats atau literatur klasik Islam yang selama ini jarang dikaji generasi muda. “Beliau membuka kitab-kitab lama yang jarang dibaca generasi sekarang. Perspektif yang beliau hadirkan sangat mencerahkan, terutama bagi kami sebagai universitas yang memadukan ilmu dan agama. Ini dapat menjadi penyemangat bagi peneliti-peneliti berikutnya,” katanya.
Masduki yang juga telah lama meneliti Piagam Madinah menjelaskan bahwa dokumen bersejarah tersebut turut menginspirasi para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar-dasar kehidupan bernegara Indonesia. Menurutnya, para ulama dan tokoh kemerdekaan berhasil mengadopsi nilai-nilai universal Piagam Madinah dengan tetap mempertimbangkan karakter bangsa Indonesia yang majemuk. “Piagam Madinah merupakan piagam yang menjunjung tinggi persamaan di hadapan hukum dan pengakuan terhadap hak asasi manusia. Para pendiri bangsa sangat bijaksana dalam mengambil nilai-nilai tersebut untuk konteks Indonesia yang plural dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat