Diterbitkan oleh Penulis

Netanyahu Sesumbar Tak Takut Ditangkap Banyak Negara

Tanggal Terbit: 2026-09-16 21:49:34

Netanyahu Sesumbar Tak Takut Ditangkap Banyak Negara

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesumbar tidak gentar ditangkap oleh banyak negara berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Alasannya, pasukan khusus Israel akan melindunginya jika ada negara yang mencoba menangkapnya. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News sekaligus sahabat pribadinya, Sean Hannity, yang dilansir Rabu (29/7/2026). "Ya, saya memikirkannya. Tapi kami punya pasukan khusus. Saya sendiri pernah bertugas selama lima tahun," jawab Netanyahu saat ditanya soal kekhawatiran menghadapi risiko penangkapan di negara yang mengakui ICC. "Pasukan Pertahanan Israel (IDF) cukup tangguh," sambung Hannity, dan Netanyahu menimpali, "Ya. Berikan saja mereka tugas baru."

Pekan ini, Netanyahu melintasi wilayah udara sejumlah negara anggota ICC dalam perjalanan menuju Washington, memicu kritik dari berbagai pihak yang menuduh pemerintah negara-negara tersebut membantu seorang pemimpin yang berstatus buronan internasional. Netanyahu berangkat dari Israel menggunakan pesawat resmi pemerintah yang dikenal sebagai Wing of Zion pada Senin, menjelang pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa. Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut melintasi wilayah udara Yunani, Italia, dan Prancis sebelum menyeberangi Samudra Atlantik, serta memasuki wilayah udara Kanada saat mendekati Amerika Serikat. Keempat negara tersebut merupakan negara pihak dalam Statuta Roma, perjanjian yang menjadi dasar pembentukan ICC.

Pengadilan yang berkedudukan di Den Haag itu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024. ICC menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa Netanyahu memikul tanggung jawab pidana atas dugaan kejahatan perang berupa penggunaan kelaparan sebagai metode perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya di Gaza. "Ini adalah bentuk korupsi dalam sistem internasional. Sebuah birokrasi yang tidak dipilih rakyat, yang berkantor di Den Haag, bisa saja menangkap tentara Amerika. Padahal, Amerika sendiri tidak mengakui lembaga yang korup ini, sama seperti kami," kata Netanyahu kepada Hannity.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat