Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:25:59

Arab Saudi dilaporkan tengah menggalang koalisi militer internasional baru untuk melindungi jalur pelayaran komersial dari gelombang serangan kelompok Houthi Yaman di Laut Merah. Langkah diplomasi defensif ini diambil Riyadh setelah jalur pasokan energi vital di perairan tersebut lumpuh akibat aksi saling balas antara kedua belah pihak.
Komposisi anggota koalisi internasional ini dilaporkan masih dalam tahap pembahasan intensif. Sumber yang mengetahui perundingan tersebut seperti dilansir Reuters mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi tengah berdiskusi dengan puluhan negara mitra untuk mematangkan skema pengamanan armada kapal dagang. Ancaman ini menguat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran secara resmi melakukan blokade maritim terhadap kapal-kapal Saudi sejak 20 Juli. Houthi mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai balasan atas pengepungan Yaman oleh Saudi, tuduhan yang ditolak keras oleh otoritas Riyadh.
Langkah balasan Saudi berupa serangan udara ke fasilitas Houthi di Pelabuhan Hodeidah yang ditengarai menjadi markas peluncuran rudal yang mengancam kapal komersial belum sepenuhnya mampu mengamankan Selat Bab el-Mandeb. Akibat ketegangan yang membara di Laut Merah ini, kapal tanker yang membawa pasokan minyak dan komoditas penting terpaksa memperhitungkan risiko keamanan tinggi atau memutar arah. Harga minyak dunia terkerek naik lantaran gangguan distribusi energi di perairan krusial ini langsung memberikan tekanan psikologis pada pasar dan mendorong kenaikan harga. Dengan keterbatasan pasukan angkatan laut Barat dalam mengawal seluruh kapal dagang, keberhasilan Arab Saudi merangkul koalisi internasional baru ini akan menjadi penentu utama stabilitas jalur perdagangan global dalam beberapa pekan ke depan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat