Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-21 15:52:39

Penolakan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 dinilai akibat kurang maksimalnya komunikasi publik oleh penyelenggara, di mana minimnya sosialisasi membuat rasa khawatir masyarakat makin berlebih dan diperkeruh berita hoaks yang beredar di media sosial. Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso menegaskan bahwa keberadaan lembaga penyiaran (TV dan radio) dapat membantu penyelenggara menyosialisasikan pesan tentang pentingnya sensus tersebut ke masyarakat, karena keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga pada keberhasilan komunikasi publik.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi beredarnya hoaks mengenai Sensus Ekonomi 2026. "Semakin baik lembaga penyiaran memberikan edukasi, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat untuk disensus. Kasus ini bisa mencontoh apa yang dilakukan penyelenggara pemilu lalu melalui sosialisasi yang masif di lembaga penyiaran," kata Tulus Santoso di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pengalaman penyelenggara pemilu sebelumnya yang sukses melakukan sosialisasi masif melalui lembaga penyiaran dapat menjadi contoh bagi penyelenggara sensus untuk meningkatkan partisipasi dan meredam kekhawatiran publik yang dipicu oleh informasi palsu yang tersebar luas di platform media sosial.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat