Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 05:14:46

TEHERAN - Pertanyaan semakin meningkat mengenai sejauh mana Rusia dan China membantu serangan balasan Iran terhadap AS dan sekutu regionalnya, menyusul laporan bahwa serangan rudal Teheran yang semakin akurat telah dibantu oleh citra satelit China dan taktik yang diadaptasi dari perang Rusia di Ukraina.
Sebuah laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa serangan Iran baru-baru ini mencerminkan "transformasi nyata" dalam kemampuan rudal balistiknya, dengan laporan tersebut mengutip analis yang menunjukkan peningkatan intelijen, navigasi rudal, kemampuan manuver, dan perencanaan serangan terkoordinasi.
Laporan itu menyusul serangan rudal Iran pekan lalu di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, di mana tiga tentara AS tewas meskipun pangkalan tersebut dilindungi oleh sistem Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) Amerika yang terkenal canggih, dan citra satelit yang kemudian diterbitkan oleh media Iran menunjukkan beberapa bangunan telah hancur.
Sementara Pentagon sedang menyelidiki mengapa sistem pertahanan udara tersebut gagal, para analis mengatakan serangan itu telah menyoroti kemampuan Iran untuk menyerang target dengan presisi yang semakin tinggi meskipun AS berulang kali menyatakan bahwa kemampuan militernya telah sangat menurun, dengan laporan menunjukkan bahwa citra satelit China telah digunakan oleh Iran untuk mengidentifikasi instalasi militer AS dan infrastruktur penting di seluruh Teluk.
Pada bulan Mei, AS menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan China yang dituduh menyediakan citra satelit kepada Iran, di antaranya adalah Mizar Vision yang menurut Washington telah mengungkap lokasi pesawat militer AS serta sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD di pangkalan-pangkalan di Arab Saudi, Bahrain, dan Yordania.
Selain citra satelit, program rudal Iran juga dipahami sangat bergantung pada elektronik buatan China dan amonium perklorat, komponen kunci dalam bahan bakar roket padat, sementara sistem navigasinya mampu menggunakan GPS bersamaan dengan jaringan satelit BeiDou milik China dan GLONASS milik Rusia.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat