Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 03:29:46

JENEWA — Sudah 12 tahun berlalu sejak milisi Islamic State (ISIS) melakukan apa yang disebut PBB sebagai genosida terhadap komunitas Yazidi di Irak, pemenang Hadiah Nobel PerdamaianNadia Murad Basee menegaskan keadilan masih sangat sulit dicapai bagi para penyintas.
Para milisi ISIS merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah pada tahun 2014, termasuk tanah leluhur Yazidi di Sinjar, tempat ribuan pria dibunuh dan perempuan serta anak perempuan dijadikan budak seks. Para penyelidik PBB kemudian menemukan bahwa tindakan kelompok tersebut sama dengan genosida terhadap minoritas agama berbahasa Kurdi tersebut.
“Setelah selamat, banyak dari mereka memutuskan untuk menggunakan suara mereka untuk memperjuangkan keadilan bagi komunitas kami,” kata Murad dalam konferensi pers di Jenewa, yang dikutip AFP, Jumat (31/7/2026). “Banyak dari mereka masih memiliki anggota keluarga yang ditawan. Orang-orang terkasih mereka yang terbunuh belum diidentifikasi dan dikembalikan,” kata Murad, yang pernah menjadi korban perbudakan seksual oleh ISIS sebelum menjadi advokat terkemuka bagi para penyintas Yazidi.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat