Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:10:12

Presiden AS Donald Trump kembali menghadiri jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dijadwal ulang pada Jumat malam, dengan menyampaikan pidato selama satu jam yang memuji sejumlah jurnalis, menyerang jurnalis lainnya, melontarkan lelucon tentang berat badan dan kecerdasan tokoh publik, serta menyindir kemungkinan masa jabatan presiden ketiga. Trump meyakinkan para jurnalis bahwa ia telah membuang bagian-bagian paling pedas dari pidato yang semula disiapkan untuk April lalu, sebelum insiden penembakan memaksa acara tersebut ditunda. "Itu akan menjadi pidato yang luar biasa," kata Trump, seraya membuka pidatonya dengan "Seperti yang saya katakan tiga bulan lalu, pertunjukan harus tetap berjalan" dan merujuk pada "upaya pembunuhan massal" yang nyaris terjadi, sebelum beralih ke humor dan hinaan.
Kembalinya Trump ke acara makan malam koresponden — termasuk janjinya untuk hadir kembali tahun depan — menjadi momen penting dalam hubungannya dengan media berita yang telah ia serang, gugat, dan kenai tindakan administratif sejak awal masa jabatan keduanya. Di antara hadirin terdapat wartawan yang pernah ia kecam dan larang dari acara-acara tersebut. Pidato Trump yang terkadang kurang sopan itu penuh sindiran samar kepada individu yang tidak disukainya, dari Jane Fonda, Bruce Springsteen, hingga "Barack Hussein Obama." Penonton yang awalnya merespons dengan tawa ramah perlahan terdiam menjadi tawa kecil yang tersebar saat hinaan menumpuk. Target humor lainnya termasuk pembawa acara larut malam Jimmy Fallon dan Jimmy Kimmel, Anggota Kongres Ilhan Omar, Gubernur California Gavin Newsom, mantan Gubernur New Jersey Chris Christie, hingga penulis pidato Trump sendiri, dengan beberapa komentar yang berbau rasisme.
Presiden juga menghabiskan waktu mengungkapkan kebanggaannya berada di ballroom hotel Waldorf Astoria, yang sebelumnya bernama Trump International Hotel. "Senang rasanya kembali ke tempat yang sangat saya kenal, karena saya yang membangunnya," kata Trump. Ia juga menyinggung penghargaan jurnalistik yang diberikan malam itu, sebagian besar untuk berita yang menantang dirinya dan pemerintahannya, dengan bertanya "Apakah saya punya hak suara dalam penghargaan itu?" Trump secara singkat menyebut perang Iran dan komentar tentang ruang dansa yang sedang dibangunnya di Gedung Putih, lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk bercanda tentang kemungkinan menjabat periode ketiga — sesuatu yang dilarang Amandemen ke-22 Konstitusi AS. "Sama seperti masa kepresidenan saya, yang kedua selalu lebih baik," canda presiden. "Dan yang ketiga akan lebih baik lagi."
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat