Diterbitkan oleh Penulis

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah

Tanggal Terbit: 2026-09-21 22:23:07

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah

Fase perpindahan jemaah haji Indonesia gelombang dua menuju Kota Madinah Al Munawwarah resmi dimulai secara serentak pada Minggu (7/6/2026). Pemerintah memberangkatkan sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) secara bertahap pada hari pertama mobilisasi dengan total 5.499 jemaah yang diangkut menggunakan puluhan armada bus taradudi. Pemberangkatan kloter perdana diawali rombongan asal Jakarta-Pondok Gede (JKG) 18 dari area pemondokan Misfalah, Sektor 7 Makkah, dengan ratusan koper bagasi dimuat rapi ke lambung bus sejak pagi buta.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Ihsan Faisal memimpin langsung prosesi pelepasan jemaah dan memastikan seluruh prosedur operasional berjalan sesuai mitigasi keselamatan. "Barusan sudah kita mulai dari kloter JKG 18 dengan jumlah bus sebanyak 11 bus dengan seluruh jemaah 439," kata Ihsan saat ditemui Tim Media Center Haji di pelataran Manazel Al Hoor Hotel 2. Pemerintah menetapkan aturan ketat dengan meniadakan perjalanan bus pada malam hari, dan seluruh armada ditargetkan rampung diberangkatkan sebelum pukul 18.00 waktu setempat demi menjaga ritme istirahat para tamu Allah.

Petugas menerapkan prosedur prioritas boarding pass yang disiplin untuk mencegah insiden desak-desakan, dengan kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas diberikan karpet merah masuk lebih dulu, disusul rombongan perempuan. Seorang jemaah bernama Tabi'in mengaku berat meninggalkan Makkah karena tingginya kualitas pelayanan penyelenggara. "Wah, enak banget, Pak, kalau nggak mikirin rumah, nggak mau pulang saya," ujarnya penuh haru. Tabi'in telah mempersiapkan fisik untuk mengejar rukun ibadah Arbain di Masjid Nabawi, sementara mayoritas jemaah menjadikan ziarah ke Raudhah dan menuntaskan salat 40 waktu sebagai target utama di Madinah.

Ihsan mengingatkan jemaah agar tidak lengah terhadap potensi dehidrasi dan selalu bergerak dalam regu karena sistem tata letak hotel di Madinah sangat berbeda dengan Makkah. "Khusus untuk di Madinah, itu tidak ada nomor hotel, tapi para jemaah harus mengingat-ingat nama hotelnya dan sektornya," tuturnya memberikan peringatan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat