Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-21 19:30:42

Bagi pengelola pabrik di Indonesia, dinding lembap bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman finansial serius. Tingginya kelembapan udara tropis yang mencapai 90% kerap memicu masalah fatal, mulai dari karton kemasan yang rusak, kontaminasi jamur pada produk siap ekspor, hingga risiko korsleting panel listrik yang memicu pemogokan mesin (unplanned downtime). Dampaknya tidak main-main karena perusahaan berisiko menanggung rugi penolakan pengiriman (buyer rejection) hingga ratusan juta rupiah, sekaligus membengkaknya biaya pemeliharaan operasional sebesar 10%–15% setiap tahunnya.
Standar ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers) merekomendasikan fasilitas industri untuk menjaga kelembapan relatif (RH) di bawah 60%. Melebihi angka ini, pertumbuhan spora jamur dan tingkat korosi pada struktur bangunan serta mesin akan melonjak drastis. Lantas, bagaimana cara mengatasi dinding lembap di gudang industri secara efektif? Berikut 5 langkah strategis yang wajib diterapkan perusahaan.
Langkah pertama adalah memastikan drainase dan kondisi bangunan terawat dengan memeriksa saluran drainase, atap, dan dinding secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran atau retakan yang menjadi jalur masuk air. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kelembapan berlebih yang memicu jamur dan kerusakan bangunan. Langkah kedua adalah mengoptimalkan sirkulasi udara di area gudang.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat