Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:12:29

Hitung mundur menuju 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi dimulai dengan Jakarta ditunjuk sebagai pusat perhatian dunia taekwondo saat para atlet terbaik dari berbagai negara berkumpul di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 1–5 Agustus 2026.
Kejuaraan berstatus World Taekwondo (WT) G2 ini merupakan salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender resmi World Taekwondo, dengan atlet-atlet elite mulai dari juara dunia hingga peraih gelar turnamen internasional bertarung demi medali sekaligus mengumpulkan poin penting dalam perburuan peringkat dunia menuju Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah oleh Asian Taekwondo Union (ATU) menjadi pengakuan atas kemampuan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam menyelenggarakan kejuaraan berstandar internasional, yang dinilai sebagai buah dari peningkatan tata kelola organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon.
Selama lima hari penyelenggaraan, Indoor Tennis GBK akan menjadi arena persaingan ratusan atlet dari sedikitnya 32 negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, China Taipei, Kazakhstan, Australia, Amerika Serikat, Rusia, Ukraina, Turki, Belanda, Yunani, Slovakia, Chile, Peru, Tunisia, Guinea-Bissau, Rwanda, Arab Saudi, Oman, Pakistan, Nepal, Mongolia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Timor-Leste, Hong Kong, Sri Lanka, Afghanistan, India, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Richard Tampubolon menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah harus dijawab dengan penyelenggaraan terbaik sekaligus prestasi atlet Indonesia di atas matras, dengan menyebut kepercayaan dari ATU dan World Taekwondo sebagai kehormatan yang sangat besar yang membuktikan Indonesia dipercaya menjadi bagian penting dalam perkembangan taekwondo dunia.
"Kepercayaan ini bukan hadiah, melainkan hasil kerja panjang membangun reputasi Indonesia di mata taekwondo Asia. Kami ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional, berkelas internasional, sekaligus menjadi momentum kebangkitan prestasi taekwondo Indonesia di hadapan dunia," ujar Richard dalam keterangan persnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, tampil di hadapan publik sendiri menjadi kesempatan berharga bagi atlet Indonesia untuk mengasah kemampuan melawan lawan-lawan terbaik dunia tanpa harus bertanding ke luar negeri, sekaligus membangun mental juara dan meningkatkan daya saing menuju level internasional.
"Ketika bendera-bendera negara dunia berkibar di Senayan, yang dipertaruhkan bukan hanya medali dan poin ranking dunia, tetapi juga nama baik Indonesia sebagai bangsa yang mampu menyelenggarakan event olahraga berstandar internasional," tegas Richard.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat