Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 05:12:07

Binus University merayakan usia 45 tahun dengan cara yang tidak biasa untuk institusi pendidikan, yakni bukan dengan seremoni melainkan dengan gagasan. Melalui Dewan Guru Besar, kampus ini mendorong konsep AI for Life sebagai pengingat bahwa kecerdasan artifisial semestinya memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya. Gagasan ini lahir di tengah kegelisahan yang mulai umum terasa, di mana teknologi bergerak jauh lebih cepat dari kesiapan etika dan regulasi yang mengiringinya.
Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Harjanto Prabowo menegaskan bahwa momentum Lustrum IX menjadi ruang bagi akademisi untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat luas, dengan penekanan bahwa AI harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela perayaan ulang tahun kampus yang berlangsung di Jakarta.
Konsep AI for Life dirumuskan lewat tiga klaster keilmuan yang saling mengunci satu sama lain, dan justru di situlah letak relevansinya untuk konteks Indonesia. Ketiga klaster tersebut dirancang untuk memastikan pengembangan kecerdasan artifisial tetap berpijak pada nilai kemanusiaan dan kebutuhan lokal, bukan sekadar mengejar kemajuan teknologi semata.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat