Diterbitkan oleh Penulis

Polestar Dirakit di AS Tetap Dilarang karena Software China

Tanggal Terbit: 2026-09-16 23:24:57

Polestar Dirakit di AS Tetap Dilarang karena Software China

Polestar mengumumkan pada 26 Juni 2026 bahwa Departemen Perdagangan AS melalui Bureau of Industry and Security menolak memberikan otorisasi penjualan kendaraan mulai model year 2027. Penolakan ini terjadi karena Polestar mayoritas dimiliki oleh Geely, konglomerat otomotif asal China yang juga menguasai Volvo dan Lotus.

Regulasi yang menjerat Polestar adalah Connected Vehicle Rule, yang pertama kali diberlakukan pada Januari 2025 di akhir pemerintahan Biden dan dipertahankan penuh oleh pemerintahan Trump. Aturan ini melarang penjualan kendaraan terhubung yang dimiliki, dikendalikan, atau tunduk pada yurisdiksi China atau Rusia. Teknologi yang masuk dalam larangan mencakup perangkat lunak swakemudi (automated driving software), karena pemerintah AS beralasan bahwa perusahaan asal China bisa dipaksa berbagi data pengemudi atau memberi akses jarak jauh ke kendaraan yang beroperasi di Amerika Serikat.

Keputusan ini kontroversial karena Polestar 3 dirakit di pabrik Volvo di Charleston, South Carolina, dan Polestar 4 dirakit di Busan, Korea Selatan — tidak satu pun diproduksi di China. Namun keduanya tetap terkena larangan karena regulasi menyasar asal-usul perangkat lunak dan struktur kepemilikan, bukan lokasi pabrik. Ironisnya, Volvo yang juga dimiliki Geely dan memproduksi sebagian mobil Polestar justru mendapat pengecualian (waiver) pada Mei 2026, sementara Polestar tidak.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat