Diterbitkan oleh Penulis

Krisis Chip Memory Bikin MacBook dan iPad Naik Harga

Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:34:08

Krisis Chip Memory Bikin MacBook dan iPad Naik Harga

Apple resmi mengumumkan kenaikan harga jual MacBook dan iPad secara global pada Jumat, 26 Juni 2026, menyusul lonjakan harga komponen elektronik yang dipicu krisis rantai pasok chip. Perusahaan asal Cupertino itu tidak lagi mampu melindungi konsumen dari tekanan biaya produksi yang meroket, terutama akibat melonjaknya harga DRAM atau memori utama yang menjadi komponen vital di setiap perangkat.

Krisis ini sudah diprediksi sejak lama oleh Tim Cook, CEO Apple yang akan segera pensiun, yang pernah menyebut situasi ini sebagai "banjir seratus tahun" dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal. Data menunjukkan harga DRAM melompat hingga 98 persen pada kuartal pertama 2026, dan diperkirakan akan naik lagi 58 hingga 63 persen dalam tiga bulan ke depan, menjadikan tekanan biaya ini sebagai tantangan terbesar dalam sejarah industri elektronik konsumen.

Kenaikan harga tersebut mencakup seluruh lini produk utama Apple, di mana MacBook Neo naik dari USD599 (Rp10.710.100) menjadi USD699 (Rp12.509.100), MacBook Air 512GB naik dari USD1.099 (Rp19.680.100) menjadi USD1.299 (Rp23.245.100), dan MacBook Pro 1 terabyte naik dari USD1.699 (Rp30.405.100) menjadi USD1.999 (Rp35.800.100). Sementara itu, iPad Air 128GB naik dari USD599 (Rp10.710.100) menjadi USD749 (Rp13.415.100), dan iPad Pro WiFi 256GB naik dari USD999 (Rp17.880.100) menjadi USD1.199 (Rp21.456.100).

Dampak pengumuman ini langsung terasa di pasar modal, di mana saham Apple jatuh hampir 5 persen, mencatatkan hari terburuk dalam lebih dari satu tahun. Dalam kejutan terpisah, Xbox juga mengumumkan kenaikan harga konsol untuk kedua kalinya dalam kurang dari satu tahun, dengan konsol basic naik USD100 menjadi USD499 (Rp8.930.100) dan versi dengan memori lebih besar naik USD150 menjadi USD749 (Rp13.415.100).

Akar permasalahan ini jelas berasal dari ledakan pembangunan data center untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Perusahaan chip seperti Nvidia menjalankan perjanjian jangka panjang dengan produsen memori, sehingga memprioritaskan pasokan mereka untuk infrastruktur AI dan meninggalkan pasar elektronik konsumen dalam kondisi kekurangan pasokan yang parah.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat