Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 17:03:36

Laut Merah bukan sekadar jalur pelayaran biasa, koridor ini mengalirkan hingga 30% dari total lalu lintas lintas maritim dunia. Kunci utamanya terletak pada Selat Bab al-Mandab yakni celah sempit selebar 29 kilometer yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.
Di masa damai, selat ini mengalirkan sedikitnya 4,1 miliar barel minyak mentah per tahun. Namun, sejak Selat Hormuz ditutup akibat perang, Arab Saudi terpaksa mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya melalui jalur alternatif ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Dengan terancamnya Pelabuhan Yanbu dan Selat Bab al-Mandab oleh aksi blokade milisi Houthi, kini diperkirakan 25% dari total pasokan minyak dan gas alam dunia resmi mengalami gangguan parah. Lalu lintas pelayaran di Laut Merah turun ke level terendah dalam beberapa bulan dengan hanya 11 kapal selama akhir pekan, seperti dilansir Reuters.
Sebelum 2023, tercatat lebih dari 70 kapal melintas setiap hari melalui Bab al-Mandab. Gangguan pada selat penting ini semakin memperparah lonjakan harga minyak dunia, yang sudah bergejolak sejak perang AS-Israel terhadap Iran pada Februari lalu.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat