Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 04:32:15

Harga minyak mentah dunia kembali merosot tajam setelah anjlok sekitar 5% dan menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir, seiring pasar mencerna harapan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai hanya bersifat sementara. Minyak acuan Brent anjlok USD4,27 atau sekitar 4,8% ke level USD84,09 per barel, sementara US West Texas Intermediate (WTI) merosot USD3,35 yang setara 4,1% menjadi USD79,26 per barel. Setelah terperosok sekitar 16% dalam tiga hari terakhir, Brent mencatatkan harga penutupan terendah sejak 13 Juli, dan WTI menyentuh titik terendahnya sejak 16 Juli.
Meskipun militer kedua negara menghentikan aksi saling serang selama beberapa hari terakhir, akar masalah yang memicu penutupan Selat Hormuz—jalur lalu lintas yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak dunia—masih jauh dari kata usai. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pembicaraan berlangsung baik dengan pihak Iran, namun Teheran membantah keras tuduhan bahwa mereka ingin melanjutkan negosiasi dengan Washington.
Tantangan pasokan energi global makin rumit di kawasan Laut Merah setelah Saudi Aramco terpaksa menutup kilang minyak Jizan berkapasitas 400.000 barel per hari akibat serangan rudal milisi Houthi. Eskalasi di jalur pelayaran Bab el-Mandeb ini menambah ketidakpastian pasokan di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat