Diterbitkan oleh Penulis

Rupiah Menanti Nakhoda Baru di Tengah Ketidakpastian

Tanggal Terbit: 2026-09-17 10:11:23

Rupiah Menanti Nakhoda Baru di Tengah Ketidakpastian

Rupiah tengah menghadapi ujian kelembagaan setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia, dengan Destry Damayanti selaku Deputi Gubernur Senior menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Berdasarkan data JISDOR, nilai tukar rupiah bergerak hingga 18.088 rupiah per dolar AS pada 28 Juli 2026, yang memperlihatkan bahwa pasar membaca pergantian kepemimpinan tersebut berjalan bersamaan dengan risiko global. Situasi ini cukup mengejutkan pelaku pasar, sehingga untuk menjaga resiliensi ekonomi domestik, situasi ini perlu ditanggapi dengan respons yang konkret dan menjadi momentum bagi pemangku kepentingan membuktikan bahwa kredibilitas rupiah melekat pada tatanan institusi, bukan bergantung pada satu figur saja.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21–22 Juli 2026 yang mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dinilai sebagai pilihan yang tepat. Inflasi pada Juni tercatat sebesar 3,34 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen, namun tekanan terhadap kurs belum sepenuhnya mereda. Menurunkan suku bunga terlalu cepat dapat dibaca sebagai berkurangnya kewaspadaan BI ketika pasar sedang menilai arah kebijakan setelah pergantian gubernur, sehingga ruang pelonggaran harus dibuka oleh pengkinian data, bukan oleh desakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Tekanan dari Amerika Serikat juga membatasi keluwesan BI, di mana Federal Reserve mempertahankan Federal Funds Rate (FFR) pada kisaran 3,50–3,75 persen. Laporan Kebijakan Moneter The Fed bulan Juli 2026 menegaskan bahwa inflasi Amerika masih melampaui sasaran 2 persen, antara lain akibat tekanan harga energi. Sikap higher for longer tersebut menjaga imbal hasil aset dolar tetap menarik, memperkuat permintaan terhadap dolar, dan menahan aliran modal menuju pasar berkembang, sehingga pemangkasan BI Rate yang prematur dapat mempersempit selisih imbal hasil dan menambah tekanan pada rupiah.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat