Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 09:44:49

Wuling Hongguang Mini EV resmi akan masuk pasar Indonesia di ajang GIIAS 2026 dengan nama Aira. Mobil listrik mungil ini hadir dengan dimensi yang jauh lebih besar dibandingkan pendahulunya,Wuling Air EV, yang telah lebih dulu populer di Tanah Air. Kehadiran Aira tentu memicu rasa penasaran publik mengenai perbedaan mendasar antara kedua model andalan Wuling tersebut.
Perbedaan paling mencolok terletak pada dimensi dan bodi. Hongguang Mini EV memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.520 mm, tinggi 1.575 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.190 mm dan konfigurasi 4 pintu 4 kursi serta radius putar 4,5 meter. Sementara itu, Air EV berukuran lebih ringkas dengan panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, tinggi 1.631 mm, dan wheelbase 2.010 mm. Dengan selisih wheelbase sekitar 180 mm, Mini EV terasa lebih memanjang dan berbentuk kotak, sedangkan Air EV justru lebih pendek namun lebih tinggi.
Dari sektor baterai dan jarak tempuh, keduanya sama-sama menggunakan kimia baterai LFP. Mini EV menawarkan dua varian, yaitu baterai 16,2 kWh dengan jarak tempuh 205 km (CLTC) dan 25,1 kWh yang mampu menempuh 301 km (CLTC). Adapun Air EV memiliki varian baterai 17,3 kWh untuk jarak 200 km dan 26,7 kWh untuk jarak 300 km. Secara garis besar, kapasitas dan jarak tempuh kedua mobil ini nyaris identik di dua tingkatan kelas, yaitu sekitar 200 km dan 300 km.
Untuk performa dan pengisian daya, Mini EV mengandalkan motor "three-in-one" dengan daya maksimum 30 kW dan kecepatan puncak 101 km/jam, dilengkapi mode berkendara Eco, Standard, dan Sport. Air EV sendiri menggunakan motor PMSM tunggal dengan daya 30 kW (40 hp) dan torsi 110 Nm. Keduanya sama-sama mengusung penggerak roda belakang (RWD) dengan daya motor identik 30 kW, sehingga performa dasar kedua mobil listrik ini dapat dikatakan setara.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat