Diterbitkan oleh Penulis

Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam di Tengah Salat

Tanggal Terbit: 2026-09-17 19:01:27

Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam di Tengah Salat

Asal-usul Kakbah dijadikan kiblat dan arah salat umat Islam berkaitan erat dengan peristiwa perpindahan arah kiblat di masa Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Masjid Qiblatain,Kota Madinah. Situs bersejarah ini terletak sekitar 7 km di timur laut Masjid Nabawi dan menjadi tempat ziarah penting bagi umat Islam. Awalnya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah karena dibangun di bekas rumah Bani Salamah, dan disebut Qiblatain karena memiliki dua kiblat, yakni menghadap Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis (Palestina) serta menghadap Kakbah di Masjidil Haram, Makkah.

Dikutip dari Arabnews, masjid ini dibangun oleh Sawad bin Ghanam bin Kaab pada tahun kedua hijriah dan menjadi tempat turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad untuk mengubah arah kiblat. Menurut Prof Dr KH Aswadi MAg, Konsultan Ibadah PPIH Daker Madinah, peristiwa itu terjadi pada bulan Syakban ketika Nabi Muhammad SAW memimpin para sahabatnya salat Zuhur. Ketika sudah salat dua rakaat, turunlah wahyu yang memerintahkan mengubah arah kiblat, dan Nabi langsung mengalihkan kiblatnya dari Baitul Maqdis ke Kakbah Baitullah yang kemudian diikuti oleh semua jemaah.

Menurut Aswadi, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu perpindahan arah kiblat tersebut. Sebagian mufassir menyatakan terjadi di bulan Syakban, sebagian lain mengatakan bulan Rajab, ada yang menyebut hari Senin atau Selasa, serta ada yang mengatakan saat salat Zuhur atau salat Asar. Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini menjelaskan bahwa Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menyatakan pendapat paling tepat adalah salat yang dikerjakan di Bani Salamah saat meninggalnya Bisyr bin Barra' bin Ma'rur adalah Salat Zuhur, sedangkan salat pertama yang dikerjakan di Masjid Nabawi dengan menghadap Kakbah adalah Salat Asar.

Kisah perpindahan arah kiblat ini bermula ketika Nabi Muhammad mengunjungi ibu dari Bisyr bin Barra' bin Ma'rur dari Bani Salamah yang ditinggal mati keluarganya. Ketika tiba waktu salat, Nabi pun salat bersama para sahabat di sana. Dua rakaat pertama masih menghadap Baitul Maqdis, sampai akhirnya Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat tepat setelah menyelesaikan rakaat kedua.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat