Diterbitkan oleh Penulis

Komputer Kuantum Optik Bakal Penuhi Kebutuhan Energi AI

Tanggal Terbit: 2026-09-17 05:14:55

Komputer Kuantum Optik Bakal Penuhi Kebutuhan Energi AI

Kegilaan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) mendorong umat manusia ke era paradoks: menggunakan AI untuk menemukan solusi memerangi perubahan iklim, tetapi pusat data AI itu sendiri mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, mengancam tujuan iklim global. Menurut laporan terbaru dari Forum Ekonomi Dunia (WEF), jawaban atas dilema ini bukan terletak pada pengurangan AI, tetapi pada lompatan maju yang disebut komputasi kuantum optik. Teknologi inovatif ini, yang menggunakan partikel cahaya untuk menggantikan listrik tradisional, diharapkan mengantarkan era baru AI yang ramah lingkungan, sangat canggih, dan sepenuhnya tanpa cela.

Selama 35 tahun terakhir, sistem komputasi kuantum berbasis elektron telah menghadapi hambatan fatal: panas berlebih dan masalah penskalaan. Seiring bertambahnya jumlah qubit (bit kuantum – unit informasi dasar dalam komputer kuantum), sistem membutuhkan mesin pendingin besar untuk menjaga suhu mendekati nol mutlak (sekitar -273 derajat Celcius), yang mengonsumsi energi dalam jumlah sangat besar hanya untuk mencegah chip mengalami kegagalan.

Menurut para pengamat, langkah yang mengubah permainan adalah integrasi teknologi optik ke dalam pemrosesan kuantum. Alih-alih memaksa elektron untuk bergerak dan menghasilkan panas dalam sirkuit semikonduktor, komputer kuantum optik mengirimkan informasi menggunakan foton, yang merupakan partikel cahaya. Tidak seperti listrik konvensional, cahaya bergerak dengan kecepatan maksimum di alam semesta, tidak menghasilkan panas internal, dan hampir tidak mengonsumsi energi selama proses transfer informasi.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat