Diterbitkan oleh Penulis

5 Penyebab AS Gagal Tuntaskan Perang Iran Kilat

Tanggal Terbit: 2026-09-17 02:08:52

5 Penyebab AS Gagal Tuntaskan Perang Iran Kilat

Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang telah berlangsung selama lima bulan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, dan alih-alih meraih kemenangan cepat seperti perkiraan sebagian kalangan di Washington, konflik justru berubah menjadi perang berkepanjangan yang menguras sumber daya, mengguncang pasar energi global, serta memperluas instabilitas di Timur Tengah.

Laporan AP yang menyimpulkan sejumlah lembaga riset dan analis pertahanan menyatakan lambatnya penyelesaian perang bukan semata-mata karena kekuatan militer Iran, melainkan akibat kompleksitas strategi, politik, hingga kondisi geografis republik Islam yang membuat operasi militer Washington jauh lebih sulit dibandingkan perkiraan awal, dan meskipun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Juni lalu mengatakan "perang telah berakhir" atau "operasi militer telah selesai", faktanya seluruh konflik dan permusuhan AS dengan Iran masih membara hingga akhir Juli 2026 ketika Senat AS masih memperdebatkan kewenangan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran.

Analisis Washington Institute menyebut salah satu kesalahan terbesar dalam kalkulasi awal AS adalah menganggap Iran dapat dikalahkan melalui serangan udara besar-besaran, namun meski banyak fasilitas militer Iran mengalami kerusakan akibat serangan AS dan Israel, kemampuan tempur Teheran tidak sepenuhnya lumpuh karena Iran selama puluhan tahun membangun strategi perang asimetris dengan menghindari pertempuran frontal dan mengandalkan rudal balistik, drone, serangan siber, serta jaringan milisi di berbagai negara, sehingga penghancuran pangkalan atau gudang senjata tidak otomatis mengakhiri kemampuan Iran untuk membalas serangan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat