Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:08:55

Kurang tidur ternyata tidak hanya menyebabkan rasa kantuk berat di siang hari, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi emosional dan interaksi sosial seseorang karena pemulihan tubuh yang tidak maksimal. Edukator sekaligus sleep coach terkemuka Indonesia, Vishal Dasani dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa kurang tidur sering kali membuat seseorang menjadi lebih reaktif, mudah tersinggung, hingga cenderung defensif saat berinteraksi dengan orang lain. "Kurang tidur tidak selalu bikin kamu ngantuk, kadang bikin kamu menyebalkan. Maksudnya bukan kamu orang yang menyebalkan, tapi saat tidur itu kurang, kamu bisa jadi lebih reaktif dan lebih defensif," kata Vishal, dikutip Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kondisi tubuh yang lelah akibat kurang istirahat berpengaruh langsung pada penurunan fungsi otak dalam mengolah emosi secara tenang. Hal ini membuat dorongan alami tubuh untuk memproses masukan dengan kepala dingin menjadi terhambat, sehingga respons emosional yang muncul cenderung lebih cepat dan tidak terkontrol.
Dampak ini menunjukkan bahwa kualitas tidur yang cukup bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga berperan krusial dalam menjaga kestabilan emosi dan kualitas hubungan sosial sehari-hari. Dengan memahami hubungan antara kurang tidur dan perubahan perilaku, seseorang dapat lebih waspada terhadap kondisi dirinya sendiri maupun orang lain saat sedang kelelahan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat