Diterbitkan oleh Penulis

Bayar Listrik Pakai Sampah, Begini Caranya

Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:09:43

Bayar Listrik Pakai Sampah,<strong></strong> Begini Caranya

PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara meluncurkan program inovatif yang memungkinkan konsumen membayar tagihan listrik menggunakan sampah sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Program ini digagas oleh General Manager PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Noer Soeratmoko, di mana masyarakat diminta memilah sampah organik dan anorganik, kemudian sampah organik diolah menjadi kompos, ditimbang, dan dibeli oleh PLN untuk mengurangi pembayaran tagihan listrik.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menilai program bayar listrik pakai sampah ini mengantongi beberapa aspek positif dan inovatif dari sisi ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Dari sisi ekonomi, inisiatif ini merupakan wujud sirkular ekonomi yang bertujuan mencegah pencemaran dengan menjaga nilai guna bahan dan produk melalui pengurangan, guna ulang, dan daur ulang. Sementara dari sisi sosial, program ini menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Sampah kini menjadi problem lingkungan yang sangat serius karena menghasilkan emisi gas karbon, dengan contoh paling miris adalah TPA Bantar Gebang di Bekasi yang dikonfirmasi menghasilkan gas metana terbesar kedua di dunia. Dampak negatifnya dirasakan langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, sehingga program bayar listrik pakai sampah dinilai memberikan kebermanfaatan nyata dari sisi lingkungan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat