Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:06:36

Indonesia didorong untuk tidak sekadar menarik investasi asing, melainkan membangun industri domestik mandiri berbasis penguasaan teknologi dan inovasi di tengah transisi menuju ekonomi hijau. Kehadiran perusahaan nasional berkelas global dinilai menjadi prasyarat utama agar Indonesia mampu bertransformasi dari negara penerima investasi menjadi pencipta teknologi. "Made in Indonesia saja belum cukup, yang kita butuhkan adalah Made by Indonesia melalui kehadiran perusahaan nasional yang mampu menyerap teknologi, berinovasi, dan menjadi global champion," kata Wakil Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Hilirisasi Dimas Muhamad dalam Katadata Policy Dialogue seperti dikutip Selasa (28/7/2026).
Dimas menjelaskan keberhasilan industrialisasi hijau tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Negara-negara berkembang yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) terbukti mampu memadukan investasi, penyerapan teknologi (infusion), serta penciptaan inovasi (innovation) secara beriringan. Senada dengan hal tersebut, Managing Director Industrialization Badan Pengelola Investasi (BPI) DanantaraArdy Muawin menegaskan bahwa tidak ada negara maju yang memiliki struktur industri lemah atau bergantung pada teknologi asing.
Menurutnya, ketergantungan pada ekspor sumber daya alam mentah dan keunggulan tenaga kerja murah harus segera diubah. Transformasi struktur industri nasional menjadi kunci agar Indonesia dapat bersaing di kancah global sekaligus memanfaatkan peluang transisi energi hijau secara optimal.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat