Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-19 20:19:46

Tanggal hijriah pertama kali diperingati pada masa Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab, bermula dari kebutuhan mengabadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) yang terjadi pada bulan Muharram. Kala itu, Jumat pagi, 16 Rabiul Awal tahun ke-13 dari kenabian, bertepatan dengan 2 Juli 622 M, Nabi Muhammad didampingi Abu Bakar as-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, dan sejumlah sahabat untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Kota Yatsrib. Sejak berangkat 4 Rabiul Awal, Nabi Muhammad bersama Abu Bakar menempuh perjalanan penuh penderitaan dan ancaman kematian, dan tujuh belas tahun kemudian Umar bin Khattab menjadikan peristiwa hijrah itu sebagai pijakan permulaan kalender hijriah yang pada hari Selasa 16 Juni 2026 ini bertepatan dengan 1 Muharram 1448 H.
Dalam buku "Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik", Muhyiddin Khazin menjelaskan, persoalan penanggalan muncul saat dokumen pengangkatan Abu Musa al-Asy'ari sebagai gubernur di Basrah terjadi pada Sya'ban tanpa ada nomor bilangan tahunnya. Abu Musa al-Asy'ari kemudian menulis surat kepada Umar, "Surat-surat sampai kepada kami dari Amirul Mu'minin, tetapi kami bingung bagaimana menjalankannya. Kami membaca sebuah dokumen tertanggal Sya'ban, namun kami tidak tahu ini untuk tahun yang lalu atau tahun ini." Diceritakan dari Ibnu Abbas bahwa semenjak Nabi datang ke Madinah, memang tidak ada tahun yang digunakan dalam penanggalan, demikian juga saat Abu Bakar menggantikan dia sebagai khalifah dan di awal pemerintahan Umar bin Khattab.
Akhirnya, Umar mengumpulkan para sahabat dan mereka yang bertugas di pusat pemerintahan, lalu berkata, "Perbendaharaan negara semakin banyak. Apa yang kita bagi dan sebarkan selama ini tidak memiliki catatan tanggal yang pasti. Bagaimana kita bisa mengatasi ini?" Masalah selanjutnya adalah menentukan awal penghitungan kalender Islam, apakah memakai tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, saat kematian beliau, saat Nabi diangkat menjadi Rasul atau turunnya Al-Qur'an, atau saat kemenangan kaum muslimin dalam peperangan. Ternyata pilihan majelis Khalifah Umar adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah, sehingga kalender Islam dikenal sebagai kalender hijriah yang dimulai pada 1 Muharram tahun peristiwa Hijrah atau bertepatan dengan 16 Juli 622 M, sementara peristiwa hijrah Nabi SAW sendiri berlangsung pada bulan Rabi'ul Awal 1 H atau September 622 M.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat