Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:22:42

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Hossein Mohebbi menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran memanfaatkan periode gencatan senjata sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka, termasuk mempercepat produksi rudal dan meningkatkan akurasi serangan. Dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim, Jenderal Hossein Mohebbi menyatakan bahwa tidak seperti Amerika Serikat, Iran justru menggunakan jeda perang untuk meningkatkan kapasitas pertahanan, kecepatan produksi rudal, dan akurasi rudal. Ia juga mengkritik AS yang dinilainya tidak mampu memanfaatkan gencatan senjata, dengan merujuk pada cadangan minyak AS yang tidak mampu menutupi defisit dan justru semakin meningkat.
AS dan rezim Israel melancarkan perang agresi ilegal terhadap Iran pada 28 Februari, namun empat puluh hari kemudian, tepatnya pada 8 April, musuh-musuh tersebut terpaksa menerima gencatan senjata di tengah perlawanan berani Iran dan operasi pembalasan yang sukses. Pada 17 Juni, Teheran dan Washington menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri semua permusuhan dan mempersiapkan negosiasi lebih lanjut. Jenderal Hossein Mohebbi menekankan bahwa jeda perang dan gencatan senjata selalu menguntungkan Iran, dengan empat alasan utama yang mendukung strategi pertahanan negara tersebut.
Pernyataan tersebut menyoroti pendekatan strategis Iran dalam memanfaatkan setiap momentum diplomatik untuk memperkuat postur militernya, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan eksternal justru memicu percepatan pengembangan kapabilitas pertahanan dalam negeri. Sikap ini menegaskan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata, Iran tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan kesiapan tempurnya menghadapi potensi ancaman di masa depan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat