Diterbitkan oleh Penulis

Kisah Qarun dari Saleh Binasa karena Harta

Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:05:58

Kisah Qarun dari Saleh Binasa karena Harta

Kisah Qarun dalam Al-Quran termaktub pada surat Al-Qashash ayat 76-83, sebuah narasi yang sarat pelajaran tentang harta dan kekayaan. Dikisahkan Qarun adalah saudagar paling kaya di era Nabi Musa alaihissalam, bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu menyebut Qarun sebagai anak paman Nabi Musa atau sepupu. Menurut Ibnu Juraij, nasabnya adalah Qarun ibnu Yas-hub ibnu Qahis, sementara nasab Nabi Musa adalah Ibnu Imran ibnu Qahis.

Pada awalnya, Qarun adalah orang saleh yang berjuluk Al-Munawwir karena suaranya yang bagus saat membaca kitab Taurat. Namun setelah mendapatkan harta kekayaan yang melimpah, ia berubah menjadi musuh Allah dan munafik. Keserakahan menjerumuskannya ke dalam kebinasaan, dan kisah Qarun berakhir tragis karena ia beserta seluruh hartanya ditenggelamkan oleh Allah SWT akibat kesombongan. Jauh sebelum kaya raya, Qarun hanyalah lelaki miskin yang tidak mampu menafkahi keluarganya, lalu ia meminta Nabi Musa mendoakannya agar diberi harta benda yang banyak. Nabi Musa menyetujui tanpa ragu karena mengetahui Qarun adalah orang saleh dan pengikut ajaran Ibrahim yang baik, sehingga Allah mengabulkan doa tersebut dan Qarun memiliki ribuan gudang berisi emas dan perak.

Setiap keluar rumah, Qarun selalu berpakaian mewah didampingi 600 pelayan yang terdiri atas 300 laki-laki dan 300 perempuan, dikelilingi 4.000 pengawal, diiringi 4.000 binatang ternak, plus 60 ekor unta pembawa kunci-kunci gudang kekayaannya. Kekayaan itu membuat Qarun lupa tujuan beribadah dan ingkar terhadap nikmat Allah, menganggap semua harta adalah buah kerja kerasnya sendiri. Kedurhakaan Qarun kian menjadi-jadi saat ia menghamburkan hartanya untuk kepentingan duniawi, kesesatan, kezaliman, dan permusuhan, hingga memilih menyembah Sobek, dewa berkepala buaya, serta dewa-dewa lainnya. Tak hanya durhaka pada Allah, ia pun mengkhianati Nabi Musa, dan Al-Quran menyejajarkan pengkhianatan Qarun dengan penolakan Firaun, Ramses II, atas ajaran tauhid yang dibawa Musa sebagaimana disebut dalam surah Al-Ankabut ayat 39.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat