Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 21:49:15

PT Jasa Raharja (Persero) menyampaikan apresiasi terhadap sikap seorang pengemudi ojek online di Bali yang memilih membatalkan perjalanan karena penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas sekaligus wujud tanggung jawab dalam mengutamakan keselamatan di jalan. Peristiwa itu menjadi perhatian publik setelah pengemudi ojol membagikan pengalamannya melalui media sosial pribadinya dengan akun @alvesgodino, menceritakan bahwa penumpang tidak bersedia mengenakan helm sementara dirinya tetap berpegang pada prinsip "No Helmet, No Ride".
Keputusan tersebut berdampak pada akunnya yang disebut tidak dapat menerima pesanan selama satu hari sehingga memengaruhi penghasilannya. Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi, termasuk layanan transportasi berbasis aplikasi. "Jasa Raharja mengapresiasi sikap pengemudi ojek online tersebut yang tetap memilih mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya. Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan," katanya, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan dasar yang terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan helm merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus terus dibangun oleh seluruh pengguna jalan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat