Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 13:37:34

Sejatinya manusia dianggap baik karena Allah menutupi aib-aibnya, dan andai Allah membuka kekurangan hamba-Nya, tentu orang-orang akan menjauhi bahkan mencibir. Karena itu, syariat Islam sangat menekankan pentingnya menjaga aib sesama muslim sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan Abu Hurairah: "Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak." (HR Muslim No 4692).
Agar Allah berkenan menutupi aib kita, umat muslim dianjurkan merutinkan doa yang diajarkan Rasulullah, yakni "Yaa Allah tutuplah aib-aibku" (HR Ibnu Majah 3871 dan Ibnu Hibban 957). Dalam redaksi yang lebih panjang, terdapat doa yang diriwayatkan dari Abdullah bin 'Umar yang mendengar bahwa Rasulullah selalu membacanya setiap pagi dan sore: "Allahumma inni as'alukal 'afiyah fid dunya wal akhirah, allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'afiyah fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allohummastur 'aurati wa amin rau'ati. Allohummahfazhni min baini yadayya wa min khalfi wa 'an yamini wa 'an syimali wa min fawqi. Wa a'udzu bi 'azhamatika an ughtala min tahti." (HR Ibnu Hibban).
Artinya: "Ya Allah, aku memohon keselamatan dunia dan akhirat pada-Mu. Aku memohon ampunan dan keselamatan agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Tutupilah segala kekuranganku, tenangkanlah hatiku, jagalah depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung pada-Mu dari musibah yang tak terduga." Doa ini menjadi amalan harian yang mengajarkan ketundukan total kepada Allah sekaligus permohonan perlindungan dari segala arah, sebagaimana dicontohkan langsung oleh Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat