Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:04:41

Iran telah menggunakan rudal Kheibar Shekan dalam serangan terbaru yang menghancurkan aset-aset militer Amerika Serikat (AS) di berbagai pangkalan di Timur Tengah, dengan senjata tersebut dinilai murah, mudah dipindahkan, dan lebih akurat serta memiliki jangkauan setidaknya 1.400 kilometer. Penggunaan misil itu diungkap The Wall Street Journal dalam laporannya yang mengutip para pejabat AS, di mana serangan Iran paling merusak terjadi di Yordania dan menewaskan tiga tentara AS. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim serangan terhadap pangkalan AS di Yordania menghancurkan 11 pesawat militer dan helikopter di darat serta beberapa sistem pertahanan canggih seperti Patriot dan THAAD.
Rudal Kheibar Shekan jarak menengah berbahan bakar padat berbeda dari rudal Iran yang lebih tua yang memerlukan pengisian bahan bakar sebelum peluncuran, sebuah proses panjang yang dapat dilewati oleh Kheibar Shekan dengan menjaga bahan bakar tetap penuh dan mampu dimuat dengan cepat ke dalam truk atau kendaraan lain untuk diluncurkan. Menurut para pakar militer, kepraktisan inilah yang membuat misil tersebut lebih mudah untuk menghindari pesawat tempur AS dan Israel yang berupaya menghancurkan situs peluncuran rudal Iran.
Meskipun AS dan sekutunya telah menembak jatuh sebagian besar Kheibar Shekan selama perang, salah satu pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa beberapa di antaranya berhasil lolos. Menurut para pejabat tersebut, Iran telah menggunakan jalur penerbangan, manuver, dan kecepatan yang berbeda untuk membingungkan pertahanan AS.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat