Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-16 20:07:10

Asal-usul bacaan Basmalah atau Bismillah menarik untuk diketahui kaum Muslim, karena kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ yang disebut juga Tasmiyyah ini memiliki keutamaan yang sangat agung dan artinya "dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Dalam satu riwayat disebutkan, setiap perkara baik yang tidak diawali dengan 'Bismillah' akan terputus atau berkurang keberkahannya, sehingga umat Islam diperintahkan membaca Basmalah setiap hendak makan dan minum, memakai pakaian, keluar rumah, ketika hendak tidur, menyembelih hewan, bahkan ketika hendak berhubungan badan.
Kalimat Basmalah ini ditulis 114 kali dalam Mushaf Al-Qur'an dan menjadi kalimat pembuka Surat Al-Fatihah, hanya di Surat At-Taubah yang tidak diawali dengan Basmalah, dan sebagai gantinya kalimat ini diabadikan dalam Surat An-Naml ayat 30. Terdapat riwayat bahwa orang yang pertama kali menulis kalimat Basmalah adalah Nabi Sulaiman 'alaihissalam, yang menulis surat kepada Ratu Balqis dengan kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ dan disebut sebagai Kitabun Karim (surat yang mulia), sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Naml Ayat 30: "Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.'"
Dalam Hadis yang diriwayatkan Abu Dawud diceritakan, dahulu Rasulullah ﷺ menulis diawali dengan kalimat "Bismika Allahumma", namun ketika turun ayat "Innahu min Sulaiman wa innahu Bismilllahirrahmanirrahim (Surat An-Naml Ayat 30), maka beliau pun mulai menulis dengan "Bismillahir Rahmanir Rahim." Diriwayatkan pula dari Asy-Sya'bi, biasanya orang-orang Arab Jahiliyah mulai menulis surat dengan kalimat Bismikallahumma, maka Rasulullah memulai apa yang beliau tulis dengan "Bismikallahumma", sampai turun ayat "Bismillahi majreha wa mursaha" (QS. Al-Hud: 41) maka beliau mulai menulis dengan "Bismillah", kemudian turun ayat "Ud'ullaha awir rahman" (QS. Al-Isra': 110) maka beliau mulai menulis dengan "Bismillahir rahman", dan ketika turun ayat Surat An-Naml: 30, beliau mulai menulis dengan بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillaahirrahmaanirrahiim). Perlu diketahui, Nabi Muhammad ﷺ adalah "Nabiyil Ummiyyi" yang artinya tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, namun beliau adalah Rasul yang menerima wahyu langsung dari Allah dan ketika menulis surat beliau memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat