Diterbitkan oleh Penulis

Gus Gudfan Gantikan Hasan Gipo Pimpin NU Abad Kedua

Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:13:26

Gus Gudfan Gantikan Hasan Gipo Pimpin NU Abad Kedua

Sejarah terkadang menghadirkan kembali sebuah kebutuhan dalam wajah yang berbeda, dan ketika Nahdlatul Ulama baru berdiri, para kiai tidak hanya membutuhkan ulama yang menjaga arah perjuangan, tetapi juga seorang penggerak yang mampu menata organisasi, membangun jaringan, dan menopang khidmah dengan kekuatan ekonomi.

Hasan Gipo berasal dari keluarga santri dan saudagar terpandang di kawasan Ampel, Surabaya, di mana dinasti Gipo dikenal masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Sunan Ampel, sehingga dari lingkungan itulah ia tumbuh dengan jiwa kesantrian, kemampuan administrasi, jaringan perdagangan, dan penghormatan yang mendalam kepada para ulama.

Ketika Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menjadi Rais Akbar, Hasan Gipo dipercaya sebagai Presiden Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama, sebutan bagi Ketua Umum PBNU pada masa itu, dan kepercayaan tersebut diberikan bukan semata karena ia seorang saudagar, melainkan karena dinilai mampu menerjemahkan gagasan besar para kiai menjadi kerja organisasi yang nyata.

Hartanya digunakan untuk membantu perjuangan, di mana rumah dan jaringannya menjadi tempat bertemunya para ulama serta tokoh pergerakan, berbagai pertemuan keagamaan dan kebangsaan difasilitasi dan dibiayainya, dan ia juga menjadi penghubung KH Abdul Wahab Chasbullah dengan sejumlah tokoh pergerakan nasional di Surabaya.

Hasan Gipo menunjukkan bahwa pengusaha tidak harus berada di luar perjuangan ulama, karena dunia usaha justru dapat menjadi kekuatan besar apabila kekayaan, jaringan, dan kemampuan manajerial diletakkan di bawah tuntunan para kiai, dan hampir satu abad kemudian PBNU menghadapi kebutuhan yang serupa.

NU telah menjadi organisasi besar dengan jutaan jamaah, ribuan pesantren, ribuan madrasah diniyah, perguruan tinggi, rumah sakit, koperasi, dan beragam aset, namun semua potensi tersebut masih membutuhkan tangan yang mampu menyambungkan dan mengelolanya menjadi kekuatan bersama, dan di tengah kebutuhan itulah nama Gus Gudfan Arif Ghofur atau Gus Gudfan mulai banyak diperbincangkan menjelang Muktamar Ke-35 NU, di mana namanya termasuk dalam sejumlah figur yang muncul dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat