Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:27:52

Media Iran,Fars News Agency, menerbitkan daftar 12 situs energi utama di negara-negara Arab Teluk dan Israel sebagai target potensial jika Amerika Serikat (AS) dan Israel nekat mengebom infrastruktur energi republik Islam secara besar-besaran. Aksi saling ancam ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi regional yang lebih luas. Laporan tersebut menyebut Washington menyadari bahwa infrastruktur energi utama di Teluk dan Israel berada dalam jangkauan rudal presisi Iran jika konflik meluas.
Daftar 12 situs energi yang berpotensi diserang Iran mencakup ladang minyak Ghawar (Arab Saudi), pabrik pengolahan minyak Abqaiq (Arab Saudi), pabrik pengolahan minyak Khurais (Arab Saudi), kilang Ruwais (Uni Emirat Arab), ladang minyak lepas pantai Zakum (Uni Emirat Arab), cadangan gas North Field (Qatar), terminal ekspor LNG Ras Laffan (Qatar), ladang minyak Burgan (Kuwait), kilang Sitra (Bahrain), fasilitas Ma'ameer (Bahrain), ladang gas Leviathan (Israel), dan ladang gas Tamar (Israel).
Menurut laporan Fars, serangan terhadap fasilitas-fasilitas tersebut akan memiliki konsekuensi signifikan bagi pasar energi global, menggambarkan beberapa di antaranya sebagai fasilitas penting bagi pasokan minyak mentah dan gas alam cair global. Selama perang 40 hari sebelumnya, Iran telah menyerang fasilitas pengolahan gas terbesar di dunia di Qatar setelah ladang gas South Pars diserang. Sebelumnya, laporan beberapa media Amerika mengungkap bahwa AS dan Israel sedang mempersiapkan kampanye pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran yang dapat dimulai paling cepat akhir pekan ini. Operasi yang diusulkan akan menargetkan pembangkit listrik, kilang minyak, dan fasilitas terkait energi lainnya dalam apa yang digambarkan CBS News sebagai salah satu kampanye pengeboman terkeras terhadap Iran hingga saat ini.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat