Diterbitkan oleh Penulis

Khotbah Jumat: Keutamaan dan Amalan Hari Asyura

Tanggal Terbit: 2026-09-17 12:11:29

Khotbah Jumat: Keutamaan dan Amalan Hari Asyura

Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang Hari Asyura yang bertepatan hari ini Jumat, 19 Juni 2026. Salah satu kemuliaan bulan Muharam adalah keberadaan Hari Asyura yang di dalamnya terdapat banyak peristiwa agung. Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya berpuasa pada hari itu mengingat keutamaannya yang sangat luar biasa. Berikut petikan Khotbah Jumat tentang Hari Asyura dilansir dari laman NU Bontang.

Dalam khotbah pertama, khatib menyampaikan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, seraya berwasiat tentang pentingnya takwa. Khatib menjelaskan bahwa saat ini umat Islam tengah berada dalam bulan Muharam, satu di antara empat bulan yang memiliki status khusus. Al-Qur'an menyebutnya dengan arba'atun hurum, yakni bulan yang berstatus suci atau mulia, sebagaimana firman Allah dalam Surat at-Taubah ayat 36 yang artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram."

Nama Muharam sendiri mengafirmasi arti dari penamaan bulan tersebut yakni bulan haram atau bulan yang dimuliakan. Tujuannya adalah untuk mengukuhkan status keharamannya. Menurut pendapat as-Sakhawi, orang-orang Arab di masa lalu berpandangan labil terhadap keharaman bulan ini, terkadang dalam satu tahun mereka menghalalkannya sedangkan di tahun yang lain mengharamkannya. Maka dengan nama yang memiliki arti sama dengan statusnya memberikan ikatan kuat pada status bulan Muharram. Bulan Muharram dalam tradisi Jawa kerap disebut sebagai bulan Syuro, yang penamaannya diambil dari hari ke sepuluh bulan Muharam yaitu Asyuro.

Hari Asyuro memiliki banyak jejak sejarah, di antaranya momentum di mana Allah subhanahu wa ta'ala menyelamatkan Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam dari kobaran api, mengeluarkan Nabiyullah Yusuf dari penjara, mengeluarkan Nabiyullah Yunus dari perut ikan, dan mendaratkan Nabiyullah Nuh dari perahu dengan selamat. Maka tak heran jika pada hari Asyuro banyak amaliyah yang dianjurkan dikerjakan. Dalam teks Hadis Nabi, setidaknya ada dua amaliyah yang dianjurkan saat Asyuro. Pertama adalah anjuran untuk melakukan puasa. Ketika Nabi ﷺ tinggal di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi melaksanakan puasa Asyuro. Mereka menjawab, "Hari ini Allah memenangkan Musa dan Bani Israil atas Fir'aun dan kami berpuasa sebagai bentuk penghormatan," maka kemudian Baginda Nabi bersabda, "Kami lebih berhak terhadap Musa dari pada kalian." Kemudian Nabi memerintahkan umatnya berpuasa Asyuro.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat