Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-18 13:19:22

Piala Dunia 2026 bukan hanya pesta sepak bola terbesar sepanjang sejarah dengan 48 peserta, tetapi juga mesin uang bernilai miliaran dolar. Di balik gemerlap pertandingan, turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko melahirkan pihak-pihak yang meraup untung besar, sekaligus mereka yang justru harus menelan kerugian. FIFA menjadi pemenang terbesar setelah mencatat pendapatan rekor USD7,6 miliar (Rp136 Triliun) pada Piala Dunia 2022, dan badan sepak bola dunia itu diperkirakan melampaui angka tersebut pada edisi 2026.
Mengutip laporan BBC, Jumat (17/7/2026), pendapatan berasal dari hak siar, sponsor, tiket, lisensi, hingga komisi penjualan tiket resmi. Di sisi lain, para suporter menjadi pihak yang paling terbebani karena harga tiket melonjak tajam akibat sistem dynamic pricing. Tiket final bahkan dijual resmi hingga USD32.970, sementara di pasar sekunder ada yang ditawarkan lebih dari USD2 juta, belum lagi biaya transportasi, hotel, dan makanan yang ikut membengkak.
Penyiar dan sponsor juga menikmati cuan besar karena jeda hidrasi yang diterapkan FIFA membuka ruang iklan baru bernilai ratusan juta dolar. Di Amerika Serikat, slot iklan 30 detik saat Piala Dunia dihargai hingga USD750 ribu untuk laga-laga besar, menjadikan jeda hidrasi sebagai peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Mantan kapten Inggris David Beckham juga termasuk pemenang karena ikon sepak bola itu tetap menjadi wajah berbagai kampanye iklan selama turnamen, dengan nilai komersial yang terus meningkat didukung kepemilikannya di Inter Miami yang kini menjadi salah satu klub paling bernilai di Major League Soccer.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat