Diterbitkan oleh Penulis

Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek

Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:11:04

Gubernur BI Mundur Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek

Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof. Rahma Gafmi menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berpotensi memicu volatilitas jangka pendek di pasar keuangan domestik. Pelaku pasar diperkirakan akan bersikap hati-hati hingga terdapat kepastian mengenai arah kebijakan bank sentral setelah pergantian kepemimpinan. "Pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berpotensi memberikan dampak psikologis dan volatilitas jangka pendek pada pasar keuangan Indonesia, rupiah, IHSG, dan pasar SBN," kata Rahma dalam pernyataannya, Senin (27/7/2026).

Rahma mengatakan pasar kemungkinan merespons kabar tersebut dengan sikap wait and see. Menurut dia, pergantian pimpinan bank sentral di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memunculkan spekulasi mengenai kesinambungan bauran kebijakan moneter yang selama ini dijalankan Bank Indonesia. Ia menjelaskan tekanan terhadap rupiah dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat hingga eskalasi konflik geopolitik yang mengganggu rantai pasok energi global. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi stabilitas pasar keuangan nasional.

Meski demikian, Rahma menilai Bank Indonesia telah mengerahkan berbagai instrumen stabilisasi, seperti operasi moneter, lelang repo, dan intervensi di pasar keuangan. Namun, ia berpendapat efektivitas kebijakan moneter akan lebih optimal apabila didukung kebijakan fiskal yang sejalan. "Sejatinya kerja keras Bank Indonesia sudah maksimal karena menghadapi external shock yang tidak bisa dihindari. Namun, tidak didukung kebijakan fiskal yang linier dengan target Bank Indonesia," ujarnya.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat