Diterbitkan oleh Penulis

Mobil Jepang Lawas Masih Primadona Penggemar Modifikasi

Tanggal Terbit: 2026-09-17 11:03:20

Mobil Jepang Lawas Masih Primadona Penggemar Modifikasi

Rombongan puluhan mobil Jepang legendaris memulai perjalanan dari SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, pada pukul 05.00 WIB, Jumat 21 Juni, menuju The Hive Bumi Pancasona, Bandung Barat, dalam rangkaian acara JDM Run yang berkolaborasi dengan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026.

Kolaborasi JDM Run dengan IMX 2026 kali ini mengusung tema #AsoyGeboyCruise, sebuah kampanye yang mengubah mindset touring dari "siapa sampai duluan" menjadi "bagaimana pengalaman di perjalanan". Perjalanan ini menjadi pertunjukan tersembunyi dari fenomena yang sudah bertahan 13 tahun di Indonesia, yakni mengapa mobil Jepang, terutama generasi lawas, tetap menjadi pilihan utama para penggemar modifikasi.

Fenomena tersebut dijawab melalui tiga faktor utama, yaitu arsitektur, dokumentasi, dan komunitas. Dari sisi arsitektur, mobil Jepang era 90-2000an didesain dengan filosofi lightweight dan revving tinggi, bukan bergantung pada displacement besar atau turbo agresif. Filosofi ini membuka ruang lebar untuk modifikasi yang meaningful, seperti Honda Civic EG yang bisa di-upgrade dengan K20 engine dari generasi lebih baru, serta Toyota AE86 yang bisa dimodifikasi suspension sepenuhnya.

Sementara dari sisi dokumentasi, volume produksi besar di pasar Jepang menghasilkan dokumentasi lengkap untuk setiap komponen. Service manual tersedia dan parts availability tinggi bahkan untuk mobil berusia 30 tahun, sebuah keunggulan yang tidak semua brand Eropa atau Amerika bisa tawarkan.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat