Diterbitkan oleh Penulis

Khalifah Al-Mahdi Bangun Infrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum

Tanggal Terbit: 2026-09-21 22:47:06

Khalifah Al-Mahdi Bangun Infrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum

Khalifah Al Mahdi, khalifah ketiga Dinasti Abbasiyah (775-785 M), memiliki kisah unik dalam membangun infrastruktur Makkah dan Masjidil Haram yang menarik untuk disimak. Nama dan nasab beliau adalah Muhammad bin Abdullah (Al-Manshur) bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas, yang biasa dipanggil Abu Abdullah dan bergelar Al-Mahdi. Dalam Buku "The History of al-Tabari" disebutkan bahwa pada tahun 160 H, Al-Mahdi menunaikan ibadah haji dan melihat berbagai kendala yang dialami jamaah haji selama perjalanan dari Baghdad ke Makkah, termasuk keluhan para penjaga Kakbah tentang banyaknya penutup (kiswah) yang menempel di dinding dan atas Kakbah yang bisa merusak bangunan suci tersebut.

Menanggapi pengaduan ini, Al-Mahdi langsung memerintahkan agar Kakbah dibersihkan dari penutup-penutup yang memberatkan itu, lalu dipasangi sehelai penutup (Kiswah) saja yang melingkupi seluruh bangunan Kakbah. Dia juga memerintahkan agar seluruh wilayah Masjidil Haram ditaburi parfum, kemudian memerintahkan pembangunan sejumlah infrastruktur di Makkah. Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya berjudul "Tarikh Khulafa’; Sejarah Para Khalifah", pada tahun 161 H dimulailah proses renovasi besar-besaran terhadap Masjidil Haram dan Kota Makkah, termasuk pembangunan jalan-jalan luas di samping Masjidil Haram, pembuatan banyak tempat air untuk mempermudah pelayanan haji, serta memendekkan mimbar masjid sebagaimana mimbar Rasulullah SAW. Proses renovasi ini berlangsung bertahun-tahun hingga pada tahun 167 H, Al-Mahdi memerintahkan perluasan areal Masjidil Haram dengan memperlebar ruangannya.

Di samping renovasi Masjidil Haram, Al-Mahdi juga memberikan perhatian besar pada jalur haji dari Irak ke Makkah. Sejak Irak menjadi pusat pemerintahan Islam dan seiring meningkatnya kemakmuran kota-kota seperti Baghdad dan Basrah, aktivitas perjalanan dari Irak ke Hijaz makin meningkat terutama ketika musim haji. Atas dasar pertimbangan itu, pada tahun 160 H atau sesaat setelah pulang dari haji, Al-Mahdi memerintahkan pembangunan sejumlah infrastruktur di sepanjang jalan menuju Makkah, termasuk pos pemberhentian (semacam rest area), kastil, tangki air, sumur, kolam/waduk, dan menara api sebagai mercusuar di malam hari. Al-Mahdi bahkan mengangkat wali yang bertanggung jawab atas perbaikan dan pengembangan jalur ini, dan proses pengerjaan proyek ini terus berlangsung hingga tahun 171 H, yang kemudian akan disempurnakan oleh Zubaidah, istri Harun Al-Rasyid, sehingga jalur ini kelak dikenal dengan nama Darb Zubaidah.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat