Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 15:05:57

Museum Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi diresmikan pada Jumat (3/7/2026), bertepatan dengan rangkaian peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia. Berlokasi di lantai 4 Gedung Sasana Budaya Ganesha, museum ini dibuka sebagai ruang pelestarian sejarah, pusat edukasi, dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang. Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya ITB dalam memperkuat peran institusi sebagai pusat pengetahuan dan kebanggaan bangsa.
Museum ini menampilkan perjalanan panjang 106 tahun ITB, mulai dari perkembangan institusi, kontribusi di bidang pendidikan, sains, teknologi, seni, hingga peran tokoh dan alumninya dalam pembangunan bangsa. Kehadiran ruang dome menjadi daya tarik utama, di mana pengunjung dapat menyaksikan film imersif tentang teknologi, alam semesta, dan rasa ingin tahu manusia yang melahirkan sains. Pendekatan ini membuat museum tidak berhenti sebagai ruang pajang, tetapi bergerak menjadi ruang pengalaman yang interaktif dan mendalam.
“Museum ITB ini semangatnya sama dengan apa yang sekarang sedang dikembangkan ke arah STEM: Science, Technology, Engineering, and Math. Kita harapkan semakin banyak siswa SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum datang ke Museum ITB ini,” ujar Fadli. Ia menilai museum tersebut memberi inspirasi, refleksi, dan edukasi melalui narasi yang baik, tata pamer yang kuat, dan pendekatan partisipatif. Menurut dia, museum masa depan tidak bisa lagi memperlakukan pengunjung semata sebagai penonton pasif, melainkan harus melibatkan mereka dalam pengalaman museum secara langsung.
Dalam pengamatannya, Museum ITB telah mengadopsi pendekatan yang lazim ditemui di museum-museum dunia, seperti visualisasi digital, audio interaktif, dan pengalaman imersif. “Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya,” tandasnya. Dengan demikian, Museum ITB diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan museum modern di Indonesia yang tidak hanya menyimpan artefak, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang hidup bagi semua kalangan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat