Diterbitkan oleh Penulis

Teknologi Pencitraan Presisi Deteksi Kanker Lebih Dini dan Tepat

Tanggal Terbit: 2026-09-16 11:00:54

Teknologi Pencitraan Presisi Deteksi Kanker Lebih Dini dan Tepat

Penanganan kanker tidak hanya bergantung pada ketersediaan terapi, tetapi juga pada ketepatan diagnosis sejak tahap awal, di mana informasi akurat mengenai lokasi, ukuran, penyebaran, dan karakteristik jaringan kanker dapat membantu dokter menentukan pilihan pengobatan yang lebih sesuai dengan kondisi setiap pasien. Data Global Cancer Observatory atau GLOBOCAN 2022 mencatat sekitar 20 juta kasus kanker baru dan hampir 9,7 juta kematian akibat kanker di dunia, sementara di Indonesia jumlah kasus baru diperkirakan melampaui 408 ribu dengan sekitar 242 ribu kematian.

Tantangan lain muncul karena sebagian besar pasien masih datang ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut, kondisi yang membuat pilihan terapi menjadi lebih kompleks dan dapat menurunkan peluang keberhasilan pengobatan. Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence, pencitraan molekuler, serta pendekatan onkologi presisi kini membantu dokter memperoleh gambaran penyakit secara lebih mendalam, sehingga terapi tidak hanya ditentukan berdasarkan jenis kanker tetapi juga karakteristik penyakit pada setiap pasien. Sejumlah fasilitas kesehatan mulai memperkuat layanan kanker melalui penggunaan teknologi PET/CT berbasis AI, SPECT/CT, spectral CT, dan sistem angiografi cerdas, yang dapat digunakan dalam berbagai tahapan penanganan mulai dari deteksi, penentuan stadium, perencanaan terapi, tindakan intervensi, hingga evaluasi respons pengobatan.

Pimpinan sebuah rumah sakit khusus kanker di Jakarta, Tries Nainggolan, mengatakan investasi teknologi kesehatan harus memberikan manfaat yang nyata bagi pasien, bukan sekadar menghadirkan perangkat terbaru. “Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai,” ujar Tries. Menurutnya, teknologi yang lebih presisi dapat membantu tenaga medis mengambil keputusan klinis berdasarkan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi penyakit, dan ia menegaskan pihaknya terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien.

    Peringkat Populer

    Tautan Sahabat