Diterbitkan oleh Penulis
Tanggal Terbit: 2026-09-17 00:12:28

Ucapan bismillah yang dilontarkan Cristiano Ronaldo sebelum mengeksekusi tendangan penalti di Piala Dunia 2026 viral di media sosial, memicu pertanyaan di kalangan umat Islam mengenai boleh tidaknya mengucapkan basmalah dalam bentuk singkat tanpa lafaz lengkap bismillahirrahmanirrahim. Dalam ajaran Islam, persoalan ini ternyata menjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama, di mana sebagian berpendapat bahwa menyempurnakan lafaz basmalah adalah yang paling utama dalam semua keadaan, sementara sebagian lainnya menilai mengucapkan bismillah saja sudah cukup dan tetap sah.
Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Majmu', membaca basmalah disunahkan ketika berwudu, menjalankan berbagai ibadah, serta mengawali beragam aktivitas termasuk saat hendak berhubungan suami istri. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa lafaz basmalah yang paling sempurna adalah bismillahirrahmanirrahim, namun jika seseorang hanya mengucapkan "Bismillah", ia tetap memperoleh keutamaan membaca basmalah dan sunah tersebut telah terlaksana dengan baik.
Pendapat senada dijelaskan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari sebagaimana dilansir muslim.or.id, bahwa penggunaan basmalah berbeda-beda sesuai dengan tuntunan syariat pada setiap amalan. Dalam surat-surat Rasulullah SAW kepada para raja, Nabi memulai dengan lafaz "Bismillahirrahmanirrahim" secara lengkap, sementara pada amalan lain seperti menyembelih hewan atau hendak berhubungan suami istri, hadis hanya menyebutkan lafaz "Bismillah" yang kemudian dilanjutkan dengan doa yang diajarkan. Ibnu Hajar juga mengutip riwayat doa ketika masuk ke tempat buang hajat, di mana Rasulullah SAW mengajarkan membaca "Bismillah, a'udzu billahi minal khubutsi wal khaba'its", yang menunjukkan bahwa konteks dan tuntunan syariat menentukan bentuk lafaz basmalah yang digunakan.
Konten Terkait
Baca Acak
Peringkat Populer
Tautan Sahabat